Tuhan Yesus memberikan tiga perumpamaan untuk menjelaskan tentang perlunya berjaga-jaga atau bersiap sedia menanti kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali.
Perumpamaan pertama adalah perumpamaan tentang hamba yang diberi kuasa untuk mengurus rumah saat tuannya pergi. Hamba yang mendapat pujian adalah hamba yang tetap melakukan tugasnya dengan setia saat tuannya tidak ada (24:45-51). Hamba semacam ini sekaligus merupakan hamba yang bijaksana karena dia sadar bahwa tuannya sewaktu-waktu akan datang pada waktu yang tidak bisa ditentukan.
Perumpamaan kedua adalah perumpamaan tentang lima gadis yang bijaksana dan lima gadis yang bodoh (25:1-13). Perumpamaan ini mengajarkan bahwa menanti kedatangan Tuhan Yesus harus dilakukan dengan bersikap bijaksana, yaitu dengan melakukan kehendak Allah. Bila kita hidup semaunya sendiri, kita tidak akan siap saat Tuhan Yesus datang kembali. Perumpamaan ketiga adalah perumpamaan tentang talenta yang dipercayakan kepada para hamba (25:14-30). Perumpamaan ini mengajarkan bahwa menanti Tuhan Yesus itu tidak boleh dilakukan secara pasif (menunggu saja), tetapi harus dilakukan secara aktif (menanti sambil bekerja).
Menanti kedatangan Tuhan Yesus tidak boleh hanya dilakukan dengan berdoa dan membaca Alkitab, melainkan harus dilakukan dengan kesetiaan dalam mempertahankan iman dan dalam melayani, serta dengan kesetiaan berbuat baik kepada sesama. Bila kita hanya memperhatikan kepentingan diri sendiri, mungkin saja terjadi bahwa saat Tuhan Yesus datang kembali, Ia akan berkata, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.” (25:12).
Matius 25:23b
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
“Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/28/berjaga-jaga/
