EnglishFrenchGermanSpainItalian DutchRussianPortugueseJapaneseKorean

Google Search

Custom Search
Showing posts with label Sakramen. Show all posts
Showing posts with label Sakramen. Show all posts

Monday, May 10, 2010

Perjamuan Kudus

Perjamuan Kudus, Perjamuan Suci, Perjamuan Paskah, atau Sakramen Ekaristi adalah salah satu sakramen yang dikenal di dalam Gereja Kristen. Istilah ekaristi yang berasal dari bahasa Yunani ευχαριστω, yang berarti berterima kasih atau bergembira, lebih sering digunakan oleh gereja Katolik, Anglikan, Ortodoks Timur, dan Lutheran, sedangkan istilah Perjamuan Kudus digunakan oleh gereja Protestan. Perjamuan Kudus didasari pada makan malam terakhir Yesus dengan murid-muridnya pada malam sebelum ia ditangkap dan disalibkan (Markus 14:12-21. dll.).

Makna Perjamuan Kudus

Pada umumnya orang Kristen percaya bahwa mereka diperintahkan Yesus untuk mengulangi peristiwa perjamuan ini untuk memperingatinya ("... perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!" - 1 Kor. 11:24, 25). Namun berbagai aliran Gereja Kristen memberikan pengertian yang berbeda-beda pula terhadap sakramen ini. Gereja Katolik Roma menekankan arti perjamuan kudus sebagai sarana keselamatan bagi umat. Gereja-gereja Protestan umumnya lebih menekankan perjamuan sebagai peringatan akan kematian dan pengorbanan Yesus bagi umat manusia.

Elemen Perjamuan

Seperti halnya pada perjamuan Yesus yang terakhir, umat Kristen bersama-sama memakan roti dan meminum anggur. Dalam hal inipun terdapat perbedaan praktek sesuai dengan tradisi gereja. Di kalangan Gereja Katolik Roma roti yang digunakan dibuat khusus tanpa ragi (hosti), sementara anggur tidak diberikan kepada umat. Di kalangan Gereja Protestan digunakan roti biasa, sementara anggur yang digunakan bisa juga berupa jus anggur.

Perminyakan (agama)

Meminyaki adalah sebuah ritual dalam berbagai agama dan bangsa dengan mengoleskan minyak yang harum, lemak binatang, ataupun mentega cair. Upacara ini dilakukan untuk melambangkan pemberian pengaruh ilahi atau sakramental, suatu pancaran kekuatan atau roh yang suci. Hal ini juga dapat dilihat sebagai upacara magis untuk mengusir pengaruh-pengaruh berbahaya dan penyakit dari diri seseorang ataupun benda-benda, khususnya dari roh-roh jahat bahasa Persia drug, bahasa Yunani κηρες, bahasa Armenia dev) yang diyakini sebagai sumber atau penyebab penyakit atau gangguan tersebut.

Istilah lain yang digunakan adalah pengurapan. Di kalangan tertentu minyak yang digunakan disebut krisma.

Minyak urapan

Minyak urapan yang digambarkan dalam Kitab Keluaran 30:22-25 dibuat dari 500 syikal (sekitar 6 kg) mur, sekitar setengah dari jumlah itu (sekitar 3 kg) kayu manis yang harum, 250 syikal (sekitar 3 kg) dari kayu harum (kanabos, kadang-kadang diterjemahkan sebagai calamus atau ganja), 500 syikal (sekitar 6kg) cassia, dan satu ‘’hin’’ (sekitar 4 liter) minyak zaitun.

Karena jumlah rempah-rempahnya jauh lebih banyak daripada minyak zaitun, diduga bahwa ukuran rempah-rempahnya adalah ukuran asli yang kemudian disuling hingga menjadi minyak dasar. Karena tidak ada catatan tentang bagaimana orang Yahudi memperoleh minyak dari rempah-rempah mereka, tidak jelas tentang berapa banyak minyak yang pada akhirnya digunakan pada campuran akhirnya.

Kesucian minyak dilindungi oleh hukum upacara, yang melarang penggunaannya untuk hal-hal lain kecuali untuk ritual di Bait Suci. Pelanggarannya diganjar dengan pengusiran dari kalangan masyarakat Yahudi.

Masukkan Code ini K1-EY8895-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com