EnglishFrenchGermanSpainItalian DutchRussianPortugueseJapaneseKorean

Google Search

Custom Search
Showing posts with label Sistem Informasi Geografi. Show all posts
Showing posts with label Sistem Informasi Geografi. Show all posts

Monday, December 7, 2009

PENGENALAN GEOPROCESSING

Geoprocessing adalah sekumpulan fungsi yang melakukan operasi dengan didasarkan dari lokasi geografis layer-layer input. Ada 6 fungsi dalam geoprocessing yaitu Dissolve, Merge, Clip, Intersect, Union, dan Assign Data.
Fungsi-fungsi geoprocessing ini sering juga digunakan sebagai pelengkap dari
fungsi Buffer. Karena itu dalam contoh-contoh yang akan diberikan nanti akan
banyak terdapat kaitan dengan fungsi Buffer yang telah dipelajari sebelumnya.

Geoprocessing merupakan tambahan/extensions dari arcview 3.x. Sehingga
untuk menggunakannya haruslah dilakukan penambahan extension ini terlebih
dahulu, seperti terlihat pada gambar 1 dibawah.
Gambar 1. Menambahkan extension Geoprocessing

Sebelum mulai mencoba fungsi-fungsi yang ada pada geoprocessing, terlebih
dahulu ditambahkan data-data yang diperlukan. Disini akan digunakan data USA
dengan layer-layer : states, roads, rivers, dan cities. Tambahkan layer2 tersebut
sehingga terlihat seperti gambar 2 dibawah:
Gambar 2. Peta USA
Fungsi geoprocessing diaktifkan lewat menu View- Geoprocessing Wizard.
Seperti yang terlihat pada gambar 3.
Gambar 3,. Memanggil geoprocessing Wizard.
A. Dissolve.

Fungsi pertama yang terdapat pada form geoprocessing wizard adalah fungsi
dissolve. Fungsi Dissolve akan menggabungkan object-object dalam sebuah
layer yang mempunyai nilai/isi field tertentu yang sama.. fungsi ini biasa
digunakan untuk membuat peta yang lebih tidak detil dari suatu peta yang lebih
detil. Contohnya membuat peta kabupaten/kota utuh dari peta kabupaten/kota
yang terpecah-pecah dalam kecamatan-kecamatan. Atau membuat peta subregion
dari peta state USA seperti contoh pada gambar 4, 5 dan 6. Input yang
diperlukan adalah layer mana yang akan di dissolve dan field apa yang dijadikan
acuannya.
Gambar 4. Memilih proses Dissolve

Gambar 5. Input Proses Dissolve

Gambar 6. Hasil Proses Dissolve

B. Merge

Fungsi dalam geoprocessing selanjutnya adalah merge. Sesuai dengan
namanya, fungsi ini akan menggabungkan beberapa peta menjadi satu peta
dengan mengambil bentuk susunan tabel dari salah satu peta yang
digabungkan.

Contoh penggunaannya adalah untuk membuat peta yang lebih besar
lingkupnya dari peta-peta yang lebih kecil. Fungsi ini sangat penting saat kita membeli peta yang biasanya terbagi dalam sheet-sheet, untuk digabung menjadi
satu peta kabupaten. Untuk contoh, berikut adalah proses penggabungan peta
states USA, province Canada, dan state Mexico agar menjadi satu peta
kesatuan benua Amerika Utara.

Input untuk proses ini adalah, peta-peta apa saja yang ingin digabung, dan peta
apa yang struktur tabelnya akan digunakan untuk hasil penggabungan, seperti
terlihat pada gambar 7.
Gambar 7. USA, Canada, dan Mexico

Gambar 8. Pemilihan Fungsi Merge

Gambar 9. Input untuk Proses Merge

Gambar 10. Hasil penggabungan USA, Canada, dan Mexico

Friday, November 20, 2009

Database Objek Dalam SIG

SIG dikembangkan dengan menggunakan sistem manajemen basis data/ DataBase Management System (DBMS)

KONSEP DATABASE

- Database/basisdata merupakan salah satu komponen penting dalam system informasi, karena merupakan dasar dalam menyediakan informasi
- Database merupakan kumpulan dari item data yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya yang diorganisasikan berdasarkan sebuah skema atau struktur tertentu, tersimpan di hardware komputer dan dengan software untuk melakukan manipulasi untuk kegunaan tertentu
- Keuntungan Database antara lain:
a. Mengurangi duplikasi data (data redundancy) >> inkonsistensi dan isolasi data
b. Kemudahan, kecepatan dan efisiensi akses atau pemanggilan data - mengurangi
pemborosan tempat simpanan luar- (data sharing & availability)
c. Penjagaan integritas data: akurat, tepat pada waktunya dan relevan. Informasi lebih
bernilai apabila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya
d. Menyebabkan data menjadi self-dokumented dan self-descriptive
e. Mereduksi biaya pengembangan perangkat lunak
f. Meningkatkan faktor keamanan data

Level Arsitektur Database

- Karena tidak semua pengguna Database, terlatih dengan baik dan penggunanya terbagi dalam beberapa tingkatan, maka kompleksitas basisdata akan tersembunyi dari para penggunanya melalui beberapa level abstraksi data
- Fungsi: menyederhanakan interaksi antara pengguna dengan sistemnya dengan basisdata dapat mempresentasikan view yang berbeda sesuai dengan tujuan spesifiknya

gambar dari level arsitektur database

a. Level Fisik : tingkatan terendah dalam abstraksi data yang menunjukkan bagaimana data disimpan, yang pada umunya tidak terlihat oleh oleh pengguna atau programmer aplikasinya, menunjukkan bagaimana sesungguhnya data tersimpan
b. Level Konseptual : mengambarkan data apa saja yang sebenarnya (secara fungsional) disimpan didalam database beserta keterkaitan hubungan/relasi didalam database.
Contoh: administrator basis data membangun dan mengolah database, sehingga
penguna akan mengetahui bahwa data penjualan disimpan didalam tabel barang,
produksi, keuangan, marketing
c. Level View : merupakan tingkatan tertinggi, yaitu pengguna aplikasi dan programmer hanya mengenal struktur data saja.

Konsep Sistem Database/ Database System

- Sistem database merupakan perangkat lunak DBMS bersama dengan datanya, dan terkadang mencakup perangkat lunak aplikasi di dalamnya
- Sistem database merupakan sistem yang terdiri dari kumpulan file (tabel) yang saling berhubungan dan sekumpulan program (DBMS) yang memungkinkan pengguna untuk mengakses dan memanipulasi file-file.

Komponen Sistem Database:
+ Perangkat keras: CPU, RAM,...
+ Pengguna (users): mahasiswa/i, pegawai pemerintah/swasta, …
+ System operasi: win.98, win.XP Home/Pro, win Vista…
+ System pengelolaan >> DBMS
+ Program aplikasi: VB, Delphi,….Form
+ Database: Access, SQL >> semua data dikelola oleh Sistem Database

Komponen Pengguna Database

a. DataBase Administrator :
user yang punya kewenangan sebagai pusat pengendali seluruh system baik basis data maupun program” yang mengaksesnya, menentukan pola struktur basis data, memodifikasi dll
b. Aplication Programmers :
programmer aplikasi yang berinteraksi dengan system melalui pemanggilan DML yang di masukkan ke dalam program yang ditulis
c. Sophisticated Users :
user yang berinteraksi dengan sistem tanpa harus menuliskan sendiri programnya, tetapi diganti dengan melakukan request dalam bentuk bahasa query basis data
d. Specialized Users :
User ini termasuk Sophisticated Users yang menuliskan program aplikasi basisdata khusus yang tidak sesuai dengan framework pemrosesan data tradisional, contoh : system pakar, multimedia…
e. Naïve Users :
user ini merupakan kebanyakan user yang berinteraksi dengan sistemdengan cara memanggil salah satu program aplikasi yang telah disediakan. Contoh program.exe

Komponen Fungsional Database

Perancangan sistem basisdata harus mempertimbangkan masalah interface antara sistem Database dengan sistem operasi komputer

a. File Manager:
mengelola alokasi kebutuhan ruang penyimpanan (storage) database beserta struktur-struktur yang digunakan untuk merepresentasikan informasi yang disimpan di dalam disk
b. Database Manager:
menyediakan interface antara data low-level yang disimpan didalam database dengan program-program aplikasi dan queries yang dikirimkan ke sistem
c. Query Processor:
menterjemahkan pernyataan-pernyataan bahasa query ke dalam instruksi-instruksi low-level yang dimengerti oleh database manager
d. DML precompiler :
mengkonversi pernyataan-pernyataan DML yang dimasukkan di dalam program aplikasi ke dalam pemanggilan prosedur normal di dalam bahasa induknya. Procompiler harus berinteraksi dengan query processor untuk membuat kode-kode yang diperlukan
e. DDL compiler :
mengkonversi pernyataan DDL ke dalam sekumpulan table yang mengandung metadata atau “data mengenai data”

SISTEM MANAJEMEN BASIS DATA/ DATABASE MANAGEMENT SYSTEM (DBMS)

DBMS adalah sistem yang secara khusus dibuat untuk memudahkan pemakai dalam mengelola basis data/database. Merupakan kumpulan dari data yang saling berelasi dengan sekumpulan program dalam mengakses data.

Manfaat DBMS:
1.Independensi data: menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak membuat program harus diubah
2.Pengaksesan yang efisien terhadap data: menyediakan berbagai teknik yang canggih sehingga penyimpanan dan pengambilan data dilakukan secara efisien
3.Keamanan dan integritas data: melakukan kendala integritas terhadap data, sehingga membantu melindungi data dari kerusakan yang disebabkan pengaksesan yang tidak sah
4.Administrasi data: pemusatan administrasi >> mengorganisasi dan mengelola data
5.Akses bersamaan dan pemulihan terhadap kegagalan: untuk memudahkan dalam pengaksesan data secara bersamaan dalam suatu jaringan & melindungi pemakai dari efek kegagalan sistem >> dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan
6.Waktu pengembangan aplikasi terpendek: adanya fasilitas yang memudahkan dalam menyusun aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek

Komponen DBMS
a. Data
>> disimpan dalam basis data
b. Operasi standar
>> manipulasi data
c. DDL (Data Definition Language)
>>mendeskripsikan nama, atribut, tipe data atau struktur basis data, merujuk pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk mendefinisikan objek–objek database
>> Contoh: membuat sebuah tabel basis data atau indeks primer atau sekunder.
d. DML (Data Manipulation Language)
>> mengacu pada kumpulan perintah yang dapat digunakan untuk melakukan manipulasi data, seperti penyimpanan data ke suatu tabel, kemudian mengubahnya dan menghapusnya atau hanya sekedar menampilkannya kembali.
e. Bahasa pemrograman
>> menangani akses melalui function calls atau subroutine calls dari program
aplikasi lain
f. Struktur files
>> untuk mengorganisasikan data

MODEL DATABASE DALAM DBMS

Dalam DBMS terdapat beberapa Model Database yang digunakan yang menyatakan hubungan antara record” yang ada dalam basisdatanya

1. Flat file (Tabular Database) :
tabel yang datanya terletak didalam tabel tunggal (tidak terdapat kaitan antara tabel satu dengan tabel lainnya). Contoh: database kelas jalan, nama jalan, panjang jalan, kondisi jalan dan lain-lain dalam bentuk tabel tunggal.



2. Model Hirarki/ Model Pohon (Hierarchical data structures ):
Model ini menggunakan hubungan parent–child. Setiap simpul yang memiliki hubungan dengan simpul lain yang berada diatasnya disebut child. Setiap parent dapat memiliki child lebih dari satu, sementara child hanya memiliki satu parent. Simpul yang tidak memiliki parent disebut sebagai root, sedangkan simpul yang tidak memiliki child (bagian bawah) disebut leaft.

gambar dari model hierarki
- Pada model Hirarki, file menyimpan data–datanya didalam lebih dari satu tipe/record (bisa juga disebut sebagai tabel). Field kunci digunakan juga sebagai pointer atau link untuk menghubungkan semua atribut yang dimilikinya beserta record yang bersangkutan, tetapi datadata lainnya tidak boleh berulang (redudancy).

3. Model DBTG (database task group) atau CODASYL (conference on systems languages)/ Network system

gambar dari model DBTG

- model network dapat memiliki lebih dari satu parent. Dengan demikian, baik parent maupun child memiliki relasi, demikian juga sebaliknya.

4. Model Relational/Relational database structure



menggunakan tabel dua dimensi yang direpresentasikan atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data, yang telah dinormalisasi dengan field–field kunci sebagai penghubung relasional antar tabel
DBMS spasial yang menggunakan model data relational, al:
a. Dbase (*.dbf) – digunakan oleh ArcView, PC Arc/Info, ..
b. INFO – digunakan di dalam Arc/Info, ..
c. Oracle – digunakan dalam Arc/Info, Geovision, ..

Terima Kasih

Created By Briliantina
Posted By RidonNa70

Thursday, November 19, 2009

Data Input SIG

Perolehan Data SIG

- Survei lapangan: pengukuran fisik (land marks), pengambilan sampel (polusi air),
pengumpulan data non-fisik (data sosial, politik, ekonomi dan budaya).
- Sensus: dengan pendekatan kuesioner, wawancara dan pengamatan; pengumpulan data secara
nasional dan periodik (sensus jumlah penduduk, sensus kepemilikan tanah).
- Statistik: merupakan metode pengumpulan data periodik/per-interval-waktu pada stasiun
pengamatan dan analisis data geografi tersebut, contoh: data curah hujan.
- Tracking: merupakan cara pengumpulan data dalam periode tertentu untuk tujuan pemantauan atau pengamatan perubahan, contoh: kebakaran hutan, gunung meletus, debit air sungai.

Sumber Data Spasial
- Perolehan data spasial secara langsung
(data lapangan)

1. Penginderaan Jauh (data citra)



Penginderaan jarak jauh (inderaja): merupakan ilmu dan seni untuk mendapatkan informasi suatu obyek, wilayah atau fenomena melalui analisis data yang diperoleh dari sensor pengamat tanpa harus kontak langsung dengan obyek, wilayah atau fenomena yang diamati (Lillesand & Kiefer, 1994).


2. Global Positioning System



GPS (Global Positioning System) adalah sistem satelit yang dapat memberikan posisi koordinat.

3. Total Station



Total Station adalah merupakan alat ukur survey aplikasi tanah yang digunakan bagi surveyor dalam kegiatan pengukuran dalam pemetaan bumi.


4. Foto Udara (photogrammetry)



Fotogrametri atau aerial surveying adalah teknik pemetaan melalui foto udara.

- Perolehan data spasial secara tidak langsung
(data lapangan)

1. Ketersediaan dataset digital



Ketersediaan dataset digital seperti CD, DVD dan lainnya yang berisikan data-data dari spasial

2. Internet



Internet merupakan alat teknologi dan komunikasi dalam bentuk elektronik , menggunakan server WWW, untuk mengalokasi, mengakses, dan memunculkan informasi yang tersedia dengan HTTP sebagai protokol protokol utama yang digunakan untuk mempelihatkan atau menampilkan informasi melalui Web.

3. Peta-peta



Peta merupakan sebuah alat peraga, yang berhubungan dengan kedudukan dalam ruang

Input Data Teknik

4 dasar spasial prosedur untuk memasukkan data ke dalam GIS:

a. Digitasi

a.1 Digitizer adalah perangkat elektronik yang terdiri dari tabel di atas mana peta
atau gambar ditempatkan. Sementara fitur melacak koordinat titik-titik yang
dipilih,misalnya simpul, akan dikirim ke komputer dan disimpan.
a.2 Digitasi memiliki banyak keuntungan.
* Biaya modal rendah, misalnya meja digitalisasi yang murah;
* Biaya rendah tenaga kerja;
* Fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi untuk berbagai jenis data dan sumber;
* Mudah diajarkan dalam waktu singkat;
* Secara umum kualitas data yang tinggi;
* Memiliki tingkat ketepatan/ akurasi yang tinggi;
* Kemudahan dalam meregister dan mengupdate/ memperbaharui data yang ada.

Proses Digitasi



b. Scanning/Pemindaian otomatis

Identifikasi Keterbatasan Scanner:
1. Data tidak semuanya tidak dapat dipindahkan ke tempat perangkat pemindaian tersedia, misalnya, sebagian besar perusahaan atau lembaga tidak mampu perangkat scan mereka sendiri dan karena itu harus mengirimkan peta mereka ke sebuah perusahaan swasta untuk pemindaian; menyalin data mungkin tidak berada dalam bentuk yang layak untuk pemindaian efektif, misalnya peta yang berkualitas rendah, atau berada dalam kondisi miskin
2. fitur geografis yang terlalu sedikit pada satu peta sehingga tidak akan informatif untuk ditampilkan
3. Scanner tidak bisa membedakan fitur-fitur yang akan diambil dari informasi grafis sekitarnya, misalnya kontur padat dengan label
4. Pada saat menscan data raster, scanner akan kesulitan menerjemahkan teks dengan feature geografi
5. Scanning/pemindaian jauh lebih mahal dan tidak efektif daripada manual digitalisasi, mengingat semua biaya dan masalah kinerja.
6. Konsensus dalam komunitas GIS menunjukkan bahwa scanner bekerja dengan baik ketika informasi pada peta dijaga sangat bersih, sangat sederhana, dan teratur dengan simbologi grafis.

c. Koordinat geometri

1.Data spasial melibatkan perhitungan dan masuknya koordinat menggunakan prosedur koordinat geometri . Teknik ini memerlukan biaya yang tidak sedikit/mahal.
2.Metode ini digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan kartografi yang memerlukan keakuratan yang tinggi, biasanya digunakan pada pengukuran lahan ataupun untuk properti.

d. Konversi data.
- Berbagai data spasial, termasuk peta digital, yang secara terbuka tersedia dari berbagai sumber-sumber pemerintah dan swasta dengan format data yang berbeda
- Konversi data diperlukan untuk menyamakan format data (*shp, *cad, *dxf, *dwg, dll) dan jenis data (data raster, data vektor) yang berbeda sehingga data dapat di manajemen dan dianalisa

Mengedit Data

- Mengedit data dan verifikasi adalah sebagai respons terhadap kesalahan yang muncul selama penyandian spasial dan non-data spasial. Pengeditan data spasial sering memakan waktu daripada proses input data.
- Beberapa jenis kesalahan dapat terjadi selama input data
+ Ketidaklengkapan data spasial. Contohnya: titik/ garis segmen,/poligon yang hilang
+ Kesalahan penempatan data spasial. Jenis kesalahan ini biasanya merupakan hasil
dari digitalisasi yang kurang teliti atau rendahnya kualitas sumber data asli.
- Distorsi dari data spasial. Kesalahan semacam ini biasanya disebabkan oleh pengkoreksian peta dasar skala tidak secara keseluruhan gambar/ citra, misalnya foto udara, atau dari bahan stretch, misalnya dokumen kertas.
- Hubungan yang tidak sesuai antara data spasial dan atribut. Jenis kesalahan ini biasanya kesalahan hasil identifikasi sema melakukan digitasi atau interetasi awal. Kondisi ini bisa melibatkan satu/ lebih fitur .
- Atribut data yang salah atau tidak lengkap. Seringkali data atribut tidak sama persis dengan data spasial. Hal ini karena data didapatkan dari sumber-sumber yang bediri sendiri sehingga peroode waktu data yang didapat berbeda. Data-data yang tidak lengkap/ kosong atau data yang terlalu panjang merupakan masalah yang paling umum.

Cleanup dari garis dan persimpangan



Konstruksi Poligon



Bentuk-Bentuk Topologi



Terima Kasih

Created By Briliantina
Posted By RidonNa70

Wednesday, November 18, 2009

Peta dan Kartografi

PETA

- Suatu representasi unsur-unsur atau kenampakan-kenampakan abstrak, yang dipilih
dari permukaan bumi atau yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau
benda-benda angkasa, dan umumnya digambarkan pada suatu bidang datar dan
diperkecil/diskalakan (ICA)
- Gambaran sebagian/seluruh muka bumi baik di atas, pada maupun di bawah muka bumi
yang disajikan pada bidang datar (atau bidang matematis) dengan skala dan
proyeksi tertentu.

KARTOGRAFI

- Ilmu tentang pembuatan peta-peta (UN)
- Keseluruhan penyelidikan dan pelaksanaan kegiatan secara artistik, teknologi dan
ilmiah yang berkaitan dengan tujuan pembuatan dan penggunaan peta
- Seni, ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pembuatan peta sekaligus mencakup
studinya sebagai dokumen ilmiah dan hasil karya seni (ICA)

PETA TEMATIK

- peta tematik adalah suatu peta yang menyajikan tema-tema tertentu saja
- suatu peta yang memperlihatkan informasi kualitatif dan atau kuantitatif pada
unsur-unsur tertentu
- Unsur-unsur yang dipetakan selalu berkaitan dengan detail topografi yang penting
(jalan, sungai, batas administrasi, kota, dll.)
- Biasanya memakai peta topografi/rupabumi sebagai peta dasar

SKALA PETA

1 : 50.000 , ARTINYA SATU SATUAN JARAK DI
PETA MENGGAMBARKAN 50.000
SATUAN JARAK DI LAPANGAN

PRESENTASI DATA

(klik pada gambar untuk melihat dengan jelas)

PROYEKSI PETA

proyeksi peta adalah pemindahan secara matematis dan pengaturan secara sistematis garis bujur dan lintang pada bidang lengkung bumi ke atas suatu bidang datar (yang disebut dengan bidang proyeksi)

Jenis proyeksi yg digunakan berpengaruh pada:
- Luas - Bentuk
- Arah - Jarak

JENIS PROYEKSI PETA

(klik pada gambar untuk melihat dengan jelas)

Universal Tranverse Mercator (UTM)

- Salah satu jenis proyeksi silinder terlentang.
- Menggunakan Universal Grid System, dimana koordinat dinyatakan dalam Easthing
(E),Northing (N).
- Bola bumi dibagi dalam Zone, dimana 1 zone lebarnya 60 bujur dan 80 lintang.
- Zone dimulai dari 180o BB - 180o BT, Zone 1 - 60
- Dari 80o LS - 80o LU, dengan Notasi C - X.



KOORDINAT GEOGRAFIS

- koordinat geografis adalah koordinat pada bidang lengkung bumi (sfeoid) yang dinyatakan dalam derajat lintang () dan derajat bujur ().
- (()()) merupakan letak global dari suatu tempat, dimana tanpa deskripsi tambahan sudah dapat digambarkan di peta maupun ditentukan di lapangan
- Indonesia terletak antara 6º lintang utara (LU) dan 11º lintang selatan (LS) serta antara 90º Bujur timur (BT) sampai 141º bujur timur (BT)

Terima Kasih

posted by RidonNa70

Saturday, November 14, 2009

Sistem Informasi Geografi

Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah Sistem informasi yang menggunakan komputer untuk mendapatkan, mengolah, menganalisis dan menyajikan data yang mengacu pada lokasi geografis untuk membantu pengambilan keputusan.

Lokasi Geografis adalah kedudukan semua jenis data spasial kebumian yang posisinya ditentukan dengan pasti di atas permukaan bumi (kemudian disebut dengan data GEOSPASIAL)

MENGAPA SIG ?

Karena :

1.Sebagian besar data/informasi mempunyai kaitan dengan lokasi geografis
2.SIG mampu memadukan data spasial dan non-spasial
3.SIG dapat memvisualisasikan bentuk, ukuran, pola, dampak dan lain-lain
4.SIG mampu melakukan analisis
5.SIG mampu melakukan sharing information

Komponen Sistem dalam SIG
adalah

1.Perangkat Keras
2.Perangkat Lunak
3.Database
4.Pelaksana/SDM
5.Prosedur

Jenis Data SIG ada 2 yaitu:

1.Data Spasial adalah data yang mempunyai geometri dan berada pada suatu lokasi
2.Data Tabular/Atribut adalah data deskriptif yang menjelaskan kenampakan suatu obyek spasial

Data spasial dapat disajikan dalam dua struktur data yaitu

1. Data vektor
obyek titik, garis dan luasan dibangun dari pasangan koordinat X dan Y
2. Data raster
semua obyek dibangun dengan suatu matrik nilai kolom dan baris

Terima Kasih

Created by I Ketut Sutarga
Posted by RidonNa70

Masukkan Code ini K1-EY8895-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com