Perkataan dan Tindakan tidak selalu sejalan. Dalam bacaan Alkitab hari ini, Petrus dan Yudas adalah dua orang murid yang perkataannya lantang, tetapi perbuatan mereka menyedihkan. Rasul Petrus mengatakan, “Biarpun mereka semua tergoncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak.” (26:33) serta mengatakan “Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” (26:35). Akan tetapi, ternyata bahwa Petrus menyangkal Tuhan Yesus sampai tiga kali saat Tuhan Yesus diadili oleh Mahkamah Agama (26:75). Saat Tuhan Yesus mengatakan bahwa salah seorang murid-Nya akan berkhianat (26:21), Yudas mengatakan, “Bukan aku, ya Rabi?” (26:25). Akan tetapi, ternyata bahwa dia sendirilah yang berkhianat (26:47-49). Sebaliknya, seorang wanita yang hatinya dipenuhi oleh rasa syukur—karena telah mengalami anugerah Allah—menuang minyak wangi yang amat mahal harganya ke atas kepala Tuhan Yesus tanpa mengatakan sepatah kata pun, dan Tuhan Yesus mengatakan bahwa tindakan wanita ini akan dikenang sepanjang masa (26:13).
Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam pasal ini mengingatkan kita agar kita selalu bersyukur atas anugerah Allah dalam hidup kita dan jangan menjadi sombong karena merasa diri hebat. Para lelaki yang perkataannya nampak hebat (Petrus dan Yudas) ternyata melakukan perbuatan yang mengecewakan. Sebaliknya, seorang wanita yang menurut tradisi Yahudi dianggap sebagai warga kelas dua (di bawah laki-laki) ternyata sanggup melakukan perbuatan yang dipuji sepanjang masa. Saat merenungkan kesengsaraan Tuhan Yesus, hendaklah kita semakin merendahkan diri dan semakin menyadari bahwa kita tidak berdaya tanpa anugerah Allah.
Matius 26:13
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/29/jangan-sombong-3/
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”
