Bacaan Alkitab sore 03 September 2013: Yosua 3
Kisah
bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan merupakan sebuah kisah yang
menakjubkan, sekaligus merupakan kisah yang mengandung pelajaran rohani
yang amat penting. Kisah ini berbeda dengan kisah saat bangsa Israel
menyeberangi Laut Teberau di bawah pimpinan Musa. Sebelum bangsa Israel
mulai menyeberang, Allah memerintahkan agar Musa mengangkat tongkatnya
dan mengulurkan tangannya ke atas laut untuk membelah air laut (Keluaran 14:16, 21),
sehingga dasar laut telah menjadi tanah kering saat bangsa Israel
melintasi laut Teberau. Sebaliknya, saat bangsa Israel menyeberangi
sungai Yordan dalam Yosua 3,
sungai Yordan masih digenangi air. Akan tetapi, begitu para imam
pengangkut tabut TUHAN melangkahkan kakinya ke dalam air, air sungai
Yordan langsung terputus dan dasar sungai Yordan langsung menjadi
kering. Oleh karena itu, bila dalam peristiwa pertama yang dituntut
Allah adalah iman dari Musa; yang dituntut Allah dalam peristiwa kedua
adalah iman dari para imam pengangkut tabut TUHAN.
Dalam kehidupan kita,
kadang-kadang masalah yang kita hadapi adalah masalah yang terlalu besar
yang tidak mungkin sanggup untuk kita atasi dengan kekuatan dan
kemampuan kita sendiri. Dalam keadaan semacam itu, respons yang paling
umum adalah berusaha sekuat tenaga dengan mengabaikan TUHAN dan mencari
jalan alternatif. Akan tetapi, bila kita mau bersandar sepenuhnya kepada
pertolongan Tuhan, kita harus terus membangun keyakinan bahwa TUHAN
bisa menolong dan pasti akan menolong pada saat yang tepat, lalu kita
melangkah dengan iman sebagai wujud ketaatan kita.
Yosua 3:15-16a
“Segera sesudah para pengangkat tabut itu sampai ke sungai Yordan, dan para imam pengangkat tabut itu mencelupkan kakinya ke dalam air di tepi sungai itu – sungai Yordan itu sebak sampai meluap sepanjang tepinya selama musim menuai — maka berhentilah air itu mengalir.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/03/melangkah-dengan-iman/
