Perspektif (cara pandang) menentukan penilaian kita terhadap sesuatu. Pada zaman kepemimpinan Musa, Yosua dan Kaleb serta sepuluh orang lainnya diutus untuk pertama kali mengintai Tanah Kanaan (Bilangan 13). Cara pandang Yosua dan Kaleb berbeda dengan cara pandang sepuluh orang lainnya. Yosua dan Kaleb memandang dengan cara yang positif (optimis): Tanah Kanaan itu adalah tanah yang subur (berlimpah susu dan madu) dan Allah pasti akan menyerahkan negeri itu kepada mereka. Kesepuluh orang yang lain memandang secara negatif (pesimis): Tanah Kanaan dihuni oleh bangsa (keturunan Enak) yang berbadan besar dan kuat sehingga tidak mungkin mengalahkan mereka. Bisa dikatakan bahwa Yosua dan Kaleb memandang dengan perspektif Allah, sedangkan kesepuluh pengintai yang lain memandang dengan perspektif manusia.
Pada zaman kepemimpinan Yosua, yang diutus untuk mengintai Tanah Kanaan hanya dua orang. Dengan demikian, diharapkan bahwa kedatangan mereka ke kota Yerikho tidak dicurigai. Mereka memilih untuk menginap di rumah seorang pelacur bernama “Rahab” yang difungsikan sebagai rumah penginapan karena rumah yang terletak di tembok kota itu merupakan tempat yang strategis untuk melakukan pengintaian (Yosua 2:1, 15). Dari pengintaian ini, jelaslah bahwa sikap pesimis sepuluh orang utusan pada zaman Musa di atas merupakan suatu kebodohan karena sebenarnya penduduk Kanaan merasa ketakutan menghadapi bangsa Israel (2:9-11). Kisah para pengintai ini mengajar kita agar kita tidak mudah merasa takut saat menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan kita. Bila kita memakai perspektif Allah, tidak ada alasan untuk merasa ketakutan. Bila kita takut, mungkin kita memakai perspektif diri sendiri.
Yosua 2:9
“Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/02/perspektif-allah-vs-manusia/
“Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.”
