Semangat Kaleb yang tidak tertelan oleh zaman perlu diteladani. Dia telah berusia delapan puluh lima tahun, tetapi semangatnya masih seperti semangat seorang yang berumur empat puluh tahun, yaitu masa puncak bagi kebanyakan orang. Dalam usia lanjut, Kaleb masih ingin merebut sendiri daerah yang ingin dia tempati. Dia tidak menuntut untuk pensiun dalam berjuang. Bagi Kaleb, selama dia masih memiliki tenaga, dia ingin terus berjuang.
Pada masa kini, orang-orang yang memiliki semangat seperti Kaleb masih amat diperlukan. Para orang tua yang usianya mulai lanjut perlu menyadari bahwa mereka memiliki kelebihan dibandingkan dengan generasi yang lebih muda, yaitu dalam hal pengalaman. Tentu saja para orang tua tidak bisa lagi mengandalkan tenaga otot. Dengan pengalaman yang mereka miliki, mungkin saja mereka bisa melakukan banyak hal dengan tenaga yang minimum.
Dalam kehidupan bergereja, tidak kebetulan bahwa kelompok orang tua seringkali disebut sebagai kelompok Kaleb. Walaupun tenaga mereka tidak seperti tenaga anak muda, kekuatan pengalaman—dan bagi sebagian orang berusia lanjut juga memiliki kekuatan finansial—bisa dimanfaatkan untuk melakukan pekerjaan TUHAN. Banyak orang berusia lanjut memiliki banyak kesempatan untuk memotivasi dan mengarahkan generasi muda. Orang-orang berusia lanjut yang masih sehat memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan pembesukan dan memberi dorongan kepada generasi muda maupun sesama orang berusia lanjut. Bila orang-orang tua di gereja memiliki semangat seperti Kaleb, gereja kita pasti akan terus mengalami kemajuan!
Yosua 14:10b-11
“Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/13/semangat-kaleb/
“Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.”
