Bacaan Alkitab Pagi 29 September 2013: Mazmur 117:1-2
Mazmur
terpendek ini merupakan mazmur pujian yang menggemakan inti iman umat
Israel. Tuhan adalah Allah yang penuh “kasih” setia (Ibr. hesed) dan
“kesetiaan” atau kebenaran (Ibr. emet) (2). Yang lebih indah ialah bahwa mazmur ditujukan kepada semua bangsa (1).
Kasih
setia dan kebenaran memang merupakan karakter Ilahi yang menjadi dasar
umat Israel hadir dalam sejarah dunia. Kasih setia Allah telah
menjadikan Israel umat pilihan, yaitu dengan cara menebus mereka dari
perbudakan Mesir sesuai dengan janji Allah kepada nenek moyang mereka.
Kasih setia juga yang membuat Allah mengikatkan diri-Nya kepada umat-Nya
dengan perjanjian Sinai. Ikatan anugerah tersebut ialah agar betapa pun
Israel berontak, sehingga Allah harus menghajar mereka dengan keras,
Dia tetap pada akhirnya menyelamatkan mereka.
Kebenaran
ialah karakter Allah yang Esa. Tidak ada kebenaran sejati di luar
Allah. Israel belajar hanya menyembah Dia, dan bukan ilah lain mati.
Kebenaran berkaitan erat dengan kesetiaan, maka Allah yang adalah sumber
kebenaran, tidak bisa mengingkari diri-Nya sendiri termasuk janji-Nya
bagi umat-Nya.
Pada
saat yang sama, umat Israel yang oleh kasih setia dan kebenaran Allah
telah menerima anugerah keselamatan, harus menyadari bahwa mereka
dipilih untuk membawa berita keselamatan ini bagi bangsa-bangsa lain.
Maka, Mazmur 117 ini dikumandangkan bukan hanya untuk Israel, melainkan untuk semua bangsa.
Gema Mazmur 117 ini juga terdengar dalam surat Paulus kepada jemaat Roma, yaitu bahwa keselamatan juga untuk bangsa-bangsa nonIsrael (Rm 15:11).
Oleh karena itu, sebagaimana tugas Israel adalah mewartakan kabar baik
bagi bangsa-bangsa lain di sekitar mereka, demikian juga tugas gereja
masa kini mewartakan kabar baik untuk semua orang lintas bahasa, budaya
dan bangsa.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/29/tuhan-segala-bangsa/
