Semua orang pernah menangis, itu benar. Saya pun juga pernah menangis. Setiap tetes air mata tentunya mempunyai ceritanya masing-masing. Anak kecil menangis saat ia terjatuh dari sepeda, ada juga yang manangis karena memiliki nilai yang jlek di sekolahnya.
Lain halnya dengan orang tua yang menangis ketika melihat anaknya lulus dengan nilai yang memuaskan. Beda pula dengan air mata kita. Mungkin saat ini kita telah menitikkan air mata kekecewaan, kesesakan, kesusahan, kekurangan, kekalahan, kegagalan, dan hal pahit yang lainnya.
Ada air mata suka dan ada air mata duka. Mungkin saat berdoa kita tidak mampu berkata-kata, hanya air mata yang mengalir. Begitu banyak masaah yang sangat sulit untuk diungkapkan melalui kata-kata dan kita pun sudah tidak mempunyai daya untuk menceritakannya kembali. Ketahuilah bahwa Tuhan mengerti bahasa setiap tetes air mata kita.
Saat menangis bukan semata-mata bahwa kita manusia yang lemah, tapi menangis adalah salah satu cara untuk kita bisa jujur di hadapan Tuhan. Tuhan mengerti setiap keluh kesah yang ada di dalam hati kita. Tuhan mengerti segala pergumulan kita.
Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.
Mazmur 139:2
sumber: http://www.renunganhariankristen.net/air-mataku-di-hadapan-tuhan/
