Allah bisa memakai hal-hal buruk yang menimpa diri kita untuk kebaikan kita (Roma 8:28). Masalahnya, kebaikan yang disiapkan Allah itu seringkali masih merupakan pengharapan yang belum terwujud. Oleh karena itu, kita harus hidup oleh iman, artinya hidup dengan keyakinan bahwa Allah selalu bermaksud baik terhadap diri kita.
Saat Elimelekh meninggalkan Betlehem, tanah warisan miliknya terbengkalai karena tidak ada yang mengurus. Saat Naomi kembali dari Moab, ia menjadi seperti orang miskin karena tidak memiliki hasil ladang sendiri. Pada masa itu, tanah tidak bisa dijual secara mutlak. Tanah hanya bisa dijual hak pakainya. Pada Tahun Yobel, tanah tersebut harus dikembalikan kepada ahli waris tanah itu. Bila tanah hendak dijual, yang memiliki prioritas untuk membeli adalah keluarga (laki-laki) terdekat yang disebut sebagai “penebus” (dari bahasa Ibrani go’el). Penebus itu berkewajiban untuk memelihara Naomi (sehingga Naomi tidak perlu hidup sebagai orang miskin).
Penebus prioritas pertama (orang yang hubungannya paling dekat dengan Elimelekh) bersedia untuk membeli tanah itu karena ia berpikir bahwa Naomi tidak memiliki ahli waris. Akan tetapi, ketika dia mengetahui bahwa dia berkewajiban untuk menempati posisi Mahlon dengan mengambil Rut sebagai istri, dia menolak. Alasannya, bila Rut melahirkan anak laki-laki, anak tersebut akan mewarisi tanah warisan itu. Oleh karena itu, hak untuk membeli tanah milik Naomi dia serahkan kepada Boas. Melalui lika-liku kehidupan yang tidak menyenangkan, Naomi diizinkan Allah untuk membawa masuk Rut—wanita Moab yang menjadi menantu Naomi— ke dalam daftar silsilah Sang Mesias!
Roma 8:28
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/08/allah-turut-bekerja-3/
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.”
