Kepada siapa Anda bersandar? Pada umumnya, manusia bersandar kepada keluarga, teman dekat, serta orang yang dianggap pandai, kaya, dan berkuasa, atau bersandar kepada kekuatan diri sendiri. Akan tetapi, sebenarnya tempat bersandar yang paling kokoh adalah Allah. Bila kita bersandar kepada manusia, suatu hari kita akan merasa kecewa karena manusia dibatasi oleh berbagai keterbatasan. Mereka yang nampaknya bisa menolong kita belum tentu mau menolong kita dan mereka yang mau menolong kita belum tentu mampu menolong kita. Hanya Allah saja yang kasih, kuasa, dan kepedulian-Nya terhadap manusia tidak pernah berubah.
Dalam Mazmur 19, pemazmur menggambarkan tentang kemuliaan Allah yang nampak dari ciptaan-Nya yang menakjubkan (19:1-7). Allah yang mulia itu juga adalah TUHAN yang memberikan firman-Nya yang menuntun kehidupan kita (19:8-12). Oleh karena itu, respons manusia yang wajar adalah mengoreksi diri (19:13) dan berlindung kepada-Nya (19:14-15). Saat kita merasa terpojok dan menghadapi masalah yang tidak sanggup kita atasi dengan kekuatan sendiri, kita selalu bisa memohon dan berharap terhadap pertolongan TUHAN (20:1-6). Walaupun Mazmur 20 ini secara khusus ditujukan bagi raja-raja Israel/Yehuda (Perhatikan kata “raja” dalam 20:10 dan perkataan “orang yang diurapi-Nya” dalam 20:7 yang menunjuk kepada raja yang diurapi TUHAN), kita pun juga boleh berharap kepada pertolongan TUHAN. Tempat sandaran kita bukanlah fasilitas (kereta, kuda, 20:8), tetapi kita harus bersandar kepada Allah saja!
Mazmur 20:8-10
“Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/09/bersandarlah-kepada-allah/
“Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda, tetapi kita bermegah dalam nama TUHAN, Allah kita. Mereka rebah dan jatuh, tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!”
