Bacaan Alkitab Pagi 14 Oktober 2013: 2 Timotius 3:10-17
Ayat Mas: Seluruh
Kitab Suci diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik
orang dalam kebenaran. (2 Timotius 3:16)
Bacaan Alkitab Setahun: Markus 4-5
Konsep
makanan bergizi empat sehat lima sempurna dikenal luas di negeri ini.
Sayangnya, belum seluruh warga masyarakat menerapkannya. Ada yang
terbentur keterbasan ekonomi sehingga tidak mampu memperoleh bahan
makanan yang memadai. Ada pula yang tahu dan mampu mendapatkan makanan
bergizi, namun mengabaikannya dan makan secara sembrono.
Bukan
hanya tubuh yang memerlukan makanan bergizi; jiwa dan roh kita juga
memerlukannya. Dari mana jiwa dan roh mendapatkan asupan gizi yang
menyehatkan? Sumber utamanya tidak lain firman Tuhan. Menurut Paulus,
firman Tuhan mengandung manfaat yang komplet: pengajaran yang benar dan
sehat, penyadaran akan dosa dan kesalahan, perbaikan karakter dan
perilaku, serta pendidikan dan pembinaan dalam kebenaran.
Soal ketersediaan, firman Tuhan
yang ajaib ini relatif mudah diperoleh. Selain melalui kitab suci yang
tercetak, kita juga dapat mengaksesnya melalui berbagai perangkat
digital. Masalahnya, seberapa haus dan laparkah kita akan firman-Nya?
Apakah kita meluangkan waktu setiap hari untuk menyimak dan
mempelajarinya? Dan, apakah kita menjadikan Alkitab sebagai standar
kebenaran serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari?
Jika
kita tahu manfaat firman Tuhan, namun memilih mengabaikannya dan hidup
secara sembrono, kita akan mengalami malnutrisi rohani. Kerohanian kita
tidak akan bertumbuh, dan kehidupan kita tidak berbuah lebat bagi
kemuliaan Tuhan. Tentu kita tidak menginginkan keadaan yang seperti itu,
bukan?
KEHIDUPAN ROHANI YANG BERTUMBUH DAN BERBUAH DIMULAI DARI KECUKUPAN ASUPAN “GIZI” ROHANI.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/14/malnutrisi-rohani/
