Bacaan Alkitab Pagi 11 Oktober 2013: Ayub 42:1-6
Ayat Mas: Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. (Ayub 42:5)
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 25-26
Ketika
mengikuti kuliah Penginjilan Anak dalam program pascasarjana, seorang
pendeta perempuan merasa tercelikkan oleh penjelasan dosen tentang karya
keselamatan Kristus. Karena begitu terharu, ia sampai menangis
tersedu-sedu. “Sekarang saya baru memahami hal ini dengan jelas. Mata
saya seperti terbuka. Mengapa tidak ada dosen yang mengajarkan sejelas
ini ketika dulu saya kuliah untuk menjadi sarjana teologi? Jadi apa yang
saya pelajari selama ini? Apa yang telah saya ajarkan selama ini kepada
jemaat saya?” katanya. Toh ia tetap bersyukur, akhirnya ia dapat
memahami makna keselamatan melalui kematian Kristus.
Ayub orang yang saleh, jujur,
takut akan Allah, dan menjauhi kejahatan. Ia selalu setia
mempersembahkan kurban kepada Allah. Sekalipun bencana menghantamnya
bertubi-tubi– segala hartanya lenyap dalam hitungan menit, sepuluh
anaknya meninggal, tubuhnya dijangkiti penyakit mengerikan, istrinya
merongrong imannya, para sahabat menyalahkannya–ia tetap teguh beriman.
Dan, justru melalui segala kesukaran itu, ia benar-benar mengenal Allah.
Sekarang ia bukan hanya mendengarkan kata orang tentang Allah. Ia
mengalami perjumpaan dengan Allah secara pribadi.
Allah
yang menyatakan diri dalam Alkitab bukanlah sekumpulan doktrin atau
konsep. Dia sesosok Pribadi. Menjadi Kristen artinya memiliki hubungan
dengan Allah yang hidup, yang dapat dialami secara nyata. Apakah Anda
menaati Allah karena tradisi saja? Ataukah Anda menjalin hubungan
pribadi dengan Dia?
ALLAH TIDAK PERNAH JAUH DARI ORANG PERCAYA; KITALAH YANG KERAP MENGABAIKAN KEHADIRAN-NYA.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/11/mataku-sendiri/
