Dalam Kisah Para Rasul 20:35, Rasul Paulus mengajak jemaat Korintus untuk mengingat perkataan Tuhan Yesus, “Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima”. Pengaitan kata “berbahagia” dengan kata “memberi” menunjukkan bahwa Tuhan Yesus seolah-olah ingin berkata, “Dengan memberi, engkau berbahagia. Dengan memberi, engkau diberkati.” Tentu yang dimaksud bukanlah yang menerima tidak berbahagia karena penerima pasti senang dan merasa mendapat berkat.
Bacaan Alkitab hari ini menjelaskan bahwa memberi adalah masalah hati. Jemaat Korintus belum melaksanakan janji untuk memberi persembahan bagi jemaat Yerusalem yang sedang dilanda kesusahan (1 Korintus 16). Untuk mendorong agar mereka menepati janji, Rasul Paulus menceritakan tentang jemaat di Makedonia yang miskin, namun murah hati (2 Korintus 8:1-5). Ia memotivasi jemaat Korintus dengan membandingkan sikap mereka—bukan jumlah yang mereka berikan—dengan sikap jemaat di Makedonia. Waktu memberi, jemaat Makedonia dalam keadaan miskin dan menderita, namun mereka memberi melampaui kemampuan mereka (8:1-7). Keadaan jemaat Makedonia sangat kontras dengan jemaat Korintus: Yang satu miskin dan yang lain berkelimpahan. Merupakan suatu ironi bahwa orang yang murah hati mungkin saja orang yang miskin, bukan orang yang berkelebihan. Saat Anda memberi untuk pekerjaan Tuhan, perhatikanlah bahwa memberi adalah masalah hati, bukan keadaan. Memberi adalah hak istimewa, bukan beban. Memberi adalah masalah sikap, bukan jumlah. Ingatlah perkataan Tuhan Yesus, “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Kisah Para Rasul 20:35
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/18/memberi-adalah-masalah-hati/
Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
