Bacaan Alkitab Pagi 12 Oktober 2013: Roma 12:9-21
Ayat Mas: Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17)
Bacaan Alkitab Setahun: Matius 27-28
Ketika
misionaris pertama tiba di Alberta, Kanada, mereka mendapatkan
perlawanan sengit dari kepala suku Indian Cree yang masih muda, bernama
Maskepetoon. Namun pria itu kemudian menyambut berita Injil dan menerima
Kristus. Tidak lama sesudahnya, seorang warga suku Blackfoot membunuh
ayahnya. Maskepetoon menunggang kuda ke desa si pembunuh dan menuntut
orang itu dibawa ke hadapannya. Ia berkata, “Kau sudah membunuh ayahku,
maka sekarang kau harus menjadi ayahku. Kau harus menunggang kuda
terbaikku dan mengenakan pakaian terbaikku.” Ternganga keheranan dan
sekaligus tertempelak penuh penyesalan, orang itu berseru, “Anakku, kini
engkau membunuhku!” Maksudnya, kebencian yang bercokol dalam hatinya
terhapuskan sepenuhnya oleh pengampunan dan kebaikan hati sang kepala
suku.
Setelah berbicara tentang “mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup” sebagai tanggapan atas kemurahan Allah (Rom 12:1),
Paulus memaparkan tindakan praktis untuk mempersembahkan tubuh, yaitu
dengan hidup dalam kasih. Menariknya, ungkapan kasih ini sebagian besar
berkaitan dengan sikap dalam menghadapi kejahatan yang menimpa kita.
Selain mengampuni dan menyerahkan pembalasan kepada Allah, kasih
karunia-Nya memampukan kita bertindak lebih jauh: membalas kejahatan itu
dengan kebaikan. Itulah yang dialami Maskepetoon.
Kita
juga telah menerima kasih karunia Allah. Jika kejahatan kita yang
begitu besar sudah diampuni oleh Allah, bagaimana kita akan
memperlakukan orang-orang yang menyakiti kita?
DENDAM MENYEMAI KEDENGKIAN; PENGAMPUNAN MEMUPUS KEBENCIAN.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/12/memupus-kebencian/
