EnglishFrenchGermanSpainItalian DutchRussianPortugueseJapaneseKorean

Google Search

Custom Search

Wednesday, October 30, 2013

Mengisi Kehidupan

Ada seorang kaya yang memiliki hobi mengoleksi sebuah cangkir. Dari beribu-ribu koleksinya tersebut, orang kaya itu memiliki satu cangkir kesayangan. Setiap kali dia minum, pasti akan menggunakan cangkir itu. Tiba-tiba ada bencana pada kota tempat dimana orang kaya itu tinggal. Semua koleksi cangkirnya hancur. Yang membuat orang kaya itu kecewa adalah bukan karena dia kehilangan banyak cangkir mahal, namun dia kecewa karena cangkir kesayangannya hancur.

Hidup kita adalah seperti sebuah cangkir. Di dunia ini ada puluhan juta cangkir, ada yang “mahal” dan “biasa”. Kita pun terlahir sama dan akan berakhir sama pula. Semua yang pernah hidup, maka akan mati juga.

Di sini bukan ditekankan bagaimana cara kita terlahir, atau bagaimana cara kita mati nanti. Yang penting adalah bagaimana cara kita mengisi kehidupan kita selama kita masih tinggal di dalam dunia.

Yang membuat Tuhan berkenan bukan karena jabatan atau kekayaan kita, melainkan sikap hidup kita. Yang diingat oleh orang banyak bukan jabatan dan kekayaan kita juga, melainkan bagaimana kita memiliki banyak peran dalam hidupnya. Apa itu “peran”? Peran di sini di artikan bahwa apakah kita sudah menjadi saluran berkat bagi orang-orang disekitar kita.

Lakukanlah yang terbaik selama kita masih hidup. Jangan pernah menunda untuk mengasihi orang lain, karena saat kita mengasihi orang lain maka Tuhan juga akan mengasihi kita.

TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya

Mazmur 37:23

TUHAN YESUS MEMBERKATI sumber: http://www.renunganhariankristen.net/mengisi-kehidupan/

Masukkan Code ini K1-EY8895-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com