EnglishFrenchGermanSpainItalian DutchRussianPortugueseJapaneseKorean

Google Search

Custom Search

Friday, October 4, 2013

Penyesalan Selalu Terlambat

Bacaan Alkitab Pagi 04 Oktober 2013: Hakim-hakim 21  

Tidak adanya pemimpin nasional yang berkualitas merupakan salah satu penyebab terjadinya tragedi yang diuraikan dalam pasal 20. Bila ada pemimpin yang berwibawa, seharusnya bisa dilakukan perundingan antara suku Benyamin dengan suku-suku Israel yang lain untuk mencegah terjadinya perang saudara. Sesudah perang saudara berakhir, barulah bangsa Israel menyadari bahwa mereka telah salah dalam mengambil keputusan. Mereka menangis dengan suara keras di hadapan Allah, tetapi penyesalan tersebut telah terlambat. Hubungan antara suku Benyamin dengan suku-suku Israel yang lain bisa dikatakan telah retak. Sumpah suku-suku Israel di luar suku Benyamin untuk tidak memberikan anak perempuan mereka sebagai istri bagi pemuda dari suku Benyamin (21:1) membuat mereka “terpaksa” memulai suatu tradisi yang menggelikan, yaitu bahwa para pemuda dari suku Benyamin yang ingin memiliki istri dari suku Israel yang lain harus mengambil calon istrinya dengan cara kawin lari pada perayaan Tahunan di Silo (21:21).
Bacaan Alkitab hari ini mengingatkan kita bahwa adanya pemimpin yang bisa menyatukan dan adanya aturan (hukum) sangat penting bagi kehidupan bersama. Saat kita merasa dikekang oleh peraturan-peraturan yang terasa tidak menyenangkan, mungkin kita memiliki kecenderungan untuk memberontak dan hidup secara bebas. Akan tetapi, bila kita tidak mau mengikuti aturan-aturan dalam kehidupan bersama, kebebasan yang kelihatannya menyenangkan itu akhirnya akan membawa kepada kekacauan yang menyakitkan. Sebagai contoh, aturan lalu lintas kadang-kadang terasa merepotkan dan membuat perjalanan kita menjadi lebih lama. Akan tetapi, bila kita tidak mau mematuhi peraturan lalu lintas, seringkali hasil akhirnya adalah kemacetan yang luar biasa dan bahkan kecelakaan yang merenggut nyawa.
Hakim-hakim 21:25 
 “Pada zaman itu tidak ada raja di antara orang Israel; setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri.”
TUHAN YESUS MEMBERKATI sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/04/penyesalan-selalu-terlambat/

Masukkan Code ini K1-EY8895-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com