Beberapa hari yang lalu, adik saya membawa pulang seekor burung. Ada luka pada kakinya, sehingga untuk sementara waktu burung itu tidak bisa terbang. Burung itu terlihat ketakutan ketika tangan adik memegang untuk mengobatinya.
Paruhnya menganga dan matanya berkedip-kedip ketika obat dioleskan dan kaki burung itu dibalut dengan perban. Burung itu pun harus bertahan dan bersabar dengan kondisinya saat ini, jika burung itu memaksakan diri untuk terbang kembali maka burung itu akan bertambah sakit.
Sama halnya dengan kehidupan kita. Mungkin saat ini kita sedang berada dalam proses pemulihan. Jangan takut bila Tuhan menjamah kehidupan kita, jangan takut ketika Tuhan membalut luka-luka kita. Bersabar dan bertahanlah ketika Tuhan “mengobati”. Jangan memaksakan kehendak kita sendiri atau kita akan terluka lebih dalam lagi.
Proses pemulihan itu membutuhkan waktu, dan pada saat-saat itulah kita dapat mengoreksi kehidupan kita secara pribadi dengan Tuhan. Saat kita mengetahul letak kesalahan kita, mulailah belajar untuk bisa memperbaiki diri agar kita bisa “terbang” lebih tinggi lagi.
Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka
Mazmur 147:3
sumber: http://www.renunganhariankristen.net/proses-pemulihan-dari-tuhan/
