Ketika jiwaku letih lesu di dalam aku, teringatlah aku kepada TUHAN, dan sampailah doaku kepada-Mu, ke dalam bait-Mu yang kudus. (Yunus 2:7)
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 17-19
“Aduh,
Pak, sudah capek hati saya mengurusnya.” Beberapa kali saya mendengar
para ibu mengeluh seperti itu. Ternyata dalam melakukan sesuatu, kita
tidak hanya mengeluarkan energi jasmani yang mendatangkan kelelahan
secara fisik, tetapi juga menguras energi jiwa yang membuat kita jadi
“capek hati”.
Bisa jadi perasaan semacam itu yang dialami Yunus ketika berada di perut ikan. Ia menggambarkan dirinya di lemparkan ke dalam pusat lautan dan terangkum arus air (ay. 3), seperti tenggelam ke dasar bumi yang pintunya tertutup rapat (ay. 6). Kepalanya seperti dililit lumut laut (ay. 5), perumpamaan tentang pikiran yang kalut. Seperti orang yang hatinya sudah capek, Yunus tercekam oleh keputusasaan. Ia sampai merasa dirinya telah terusir dari hadapan mata Tuhan (ay. 4).
Bisa jadi perasaan semacam itu yang dialami Yunus ketika berada di perut ikan. Ia menggambarkan dirinya di lemparkan ke dalam pusat lautan dan terangkum arus air (ay. 3), seperti tenggelam ke dasar bumi yang pintunya tertutup rapat (ay. 6). Kepalanya seperti dililit lumut laut (ay. 5), perumpamaan tentang pikiran yang kalut. Seperti orang yang hatinya sudah capek, Yunus tercekam oleh keputusasaan. Ia sampai merasa dirinya telah terusir dari hadapan mata Tuhan (ay. 4).
Mungkin
kita pernah mengalami hal yang sama. Kita mengalami kesesakan dan Tuhan
seakan tidak peduli. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah melupakan dan
meninggalkan kita, namun kita kerap lalai dan tidak peka akan
penyertaan-Nya tersebut.
Dari
kisah Yunus, kita dapat memetik pelajaran. Ia tidak berhenti berharap
untuk bisa kembali menyaksikan bait Tuhan, lambang hadirat-Nya (ay. 4). Ia berseru kepada Tuhan (ay. 2), bukan berpaling kepada berhala kesia-siaan karena ia yakin akan kasih setia Tuhan (ay. 8). Tuhan mengabulkan doa Yunus dan melepaskannya dari kesesakan (ay. 10). Saat hati terasa capek, kepada siapa lagi kita akan berpaling kalau bukan kepada Tuhan, sumber kelegaan dan pemulihan?
PENYERTAAN TUHAN SENANTIASA MERENGKUH KITA,
MEMBANGKITKAN KEKUATAN DI TENGAH KESESAKAN
sumber: http://www.renunganharian.net/2014/48-maret/973-capek-hati.html
MEMBANGKITKAN KEKUATAN DI TENGAH KESESAKAN
