Bacaan Alkitab Pagi 03 Maret 2014: Ibrani 6:1-8
"Sebab
itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang
Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita
meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia,
dan dasar kepercayaan kepada Allah," Ibrani 6:1
Bukti
kedewasaan rohani orang Kristen adalah kesiapan meninggalkan segala
sesuatu; rela meninggalkan kehidupan lama dan hidup sebagai manusia
baru. Ada tindakan iman yaitu berani keluar dari comfort zone yang selama ini membelenggu dan enggan kita tinggalkan.
Abraham membuat tindakan iman ketika mendapat perintah dari Tuhan: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;" (Kejadian 12:1). Lalu "...pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya," (Kejadian 12:4). Begitu juga dengan Musa: "Karena
iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun,
karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada
untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa." (Ibrani 11:24-25).
Bangsa Israel, umat pilihan Tuhan, harus meninggalkan Mesir, berarti
meninggalkan masa perbudakan di Mesir, termasuk meninggalkan segala
pikiran dan kebiasaan hidup lama mereka meski di tengah perjalanan
mereka seringkali mengeluh, bersungut-sungut dan berkeinginan untuk
kembali. Rasul Paulus pun bertekad kuat, "...karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus," (Filipi 3:8).
Kita dikatakan dewasa rohani bila kita dengan sepenuh hati tunduk kepada pimpinan Roh kudus dan meninggalkan segala yang salah dan jahat.
Artinya kita tidak lagi berkompromi dengan segala perkara yang
mendatangkan kebencian dalam hati Tuhan. Setiap orang yang meninggalkan
segala sesuatunya bagi Kristus tidak aakan pernah mengalami kerugian.
Sebaliknya ia akan memiliki pengalaman-pengalaman rohani yang luar
biasa. Mengalami iman inilah yang akan menolong kita untuk meninggalkan
segala perkara yang selama ini menjadi penghalang bagi kita untuk
mengikut dan melayani Tuhan dengan sepenuh hati.
Tuhan
rela turun ke dunia melayani, bahkan memberikan nyawaNya bagi kita;
biarlah dengan iman kita pun memiliki kerelaan meninggalkan segalanya
bagi Dia.
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2014/03/kedewasaan-rohani-rela-meninggalkan.html
