Bacaan Alkitab Pagi 30 Maret 2014: Mazmur 99:1-9
"Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat; Kuduslah Ia!" Mazmur 99:3
"Biarlah mereka menyanyikan syukur bagi nama-Mu yang besar dan dahsyat; Kuduslah Ia!" Mazmur 99:3
Sering
kita jumpai ada banyak orang Kristen yang tidak bersungguh-sungguh
dalam memuji Tuhan. Mereka memuji Tuhan ala kadarnya padahal mereka
tahu kepada siapa pujian itu ditujukan, bukan kepada manusia, tapi
kepada Tuhan, Sang Pencipta langit dan bumi dan segala isinya. Maka
dari itu sikap hati dan sikap tubuh kita dalam memuji Tuhan adalah hal
yang sangat penting. Saat memuji Tuhan hati kita harus benar, tidak ada
ganjalan, harus terbebas dari hal-hal yang negatif: iri hati, amarah,
jengkel, sakit hati, benci, dendam, sombong dan sebagainya. Begitu juga
sikap tubuh kita turut menentukan.
Pemazmur menggambarkan bagaimana kita bersikap dan mengekspresikan puji-pujian bagi Tuhan: a. Bersorak-sorai. "Bersukacitalah dalam TUHAN dan bersorak-soraklah, hai orang-orang benar; bersorak-sorailah, " (Mazmur 32:11). b. Bertepuk-tangan. "Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! " (Mazmur 47:2). c. Angkat tangan. "Demikianlah aku mau memuji Engkau seumur hidupku dan menaikkan tanganku demi nama-Mu." (Mazmur 63:5). d. Tari-tarian. "Biarlah mereka memuji-muji nama-Nya dengan tari-tarian, biarlah mereka bermazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi!" (Mazmur 149:3).
Ketika
kita memuji Tuhan dengan sungguh-sungguh dan dengan sikap hati yang
benar Tuhan menyatakan hadiratNya di tengah-tengah kita, bahkan Ia
sendiri bertakhta di puji-pujian kita. Untuk menghormati hadirat Tuhan,
selain memuji Dia, kita juga harus menyembahNya. Penyembahan adalah
ungkapan penghormatan atas kebesaran, keagungan dan kekudusan Tuhan.
Karena itu kita harus menghormati hadirat Tuhan dengan menyembahNya,
bukan hanya lewat kata-kata saja, tetapi bisa juga melalui sikap
bersujud, bertelut, tersungkur, mengangkat tangan dan sebagainya sebagai
tanda merendahkan diri dan ketidaklayakan kita di hadapan Tuhan, karena
Dia adalah "...Allah yang besar, dan Raja yang besar mengatasi segala allah." (Mazmur 95:3).
Janganlah
memuji dan menyembah Tuhan karena kebiasaan, apalagi jika kita tidak
hidup dalam kebenaran; niscaya Tuhan tidak akan pernah berkenan kepada
puji-pujian kita!sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2014/03/sikap-memuji-tuhan.html
