Bacaan Alkitab Sore 25 Maret 2014: 1 Samuel 8:1-22
Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.” (1 Samuel 8:19-20)
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 8-9
Tetapi bangsa itu menolak mendengarkan perkataan Samuel dan mereka berkata: “Tidak, harus ada raja atas kami; maka kami pun akan sama seperti segala bangsa-bangsa lain; raja kami akan menghakimi kami dan memimpin kami dalam perang.” (1 Samuel 8:19-20)
Bacaan Alkitab Setahun: Hakim-Hakim 8-9
Vox populi vox Dei. Frasa bahasa Latin ini berarti “suara rakyat adalah suara Tuhan”. Sebagian orang memaknainya sebagai kehendak Tuhan itu tercermin dalam kehendak rakyat. Tetapi, sebagian lagi berargumen frasa ini dicetuskan justru untuk membantah pemahaman tersebut. Suara rakyat cenderung mudah dipengaruhi oleh emosi dan histeria massa sehingga menjadi tidak rasional dan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Hal inilah yang terjadi ketika bangsa Israel meminta raja.
Sejak
awalnya bangsa Israel adalah bangsa yang unik. Mereka tidak memiliki
raja, melainkan dipimpin langsung oleh Tuhan. Selama itu pula, asalkan
mereka taat, mereka aman dan sejahtera. Suatu hari mereka ingin menjadi
sama dengan bangsa lain. Mereka meminta seorang raja. Samuel berusaha
mengajak mereka berpikir ulang. Tetapi, karena histeria massa yang
terjadi, mereka tidak lagi bisa berpikir jernih sehingga mengambil
keputusan yang tidak bijaksana.
Tahun
ini bangsa Indonesia kembali melaksanakan pemilihan umum. Berbagai cara
akan dipakai untuk membujuk masyarakat memilih seorang calon, termasuk
dengan memanipulasi emosi masyarakat. Hendaklah kita tidak ikut terjebak
dan memilih berdasarkan emosi, melainkan meneliti calon yang ada dengan
saksama dan memastikan bahwa kita memilih orang yang tepat. Kita juga
dapat mengajak orang-orang di sekitar kita berbuat demikian. Kiranya
pemimpin yang terpilih nanti memang orang yang tepat, dan suara rakyat
sungguh-sungguh cerminan kehendak Tuhan.
MEMILIH SECARA BIJAKSANA BERARTI MEMILIH DENGAN PERTIMBANGAN YANG MATANG,
BUKAN HANYA MENURUTI GEJOLAK EMOSI
sumber: http://www.renunganharian.net/2014/48-maret/979-suara-rakyat.html
BUKAN HANYA MENURUTI GEJOLAK EMOSI
