Bacaan Alkitab sore 24 Agustus 2013: Matius 21
Banyak
orang berkeyakinan bahwa melakukan kehendak Allah akan menghasilkan
kedamaian dan keuntungan secara materi. Keyakinan semacam itu keliru.
Kehendak Allah tidak selalu sesuai dengan pikiran banyak orang, bahkan
kehendak Allah kadang-kadang menentang pendapat umum. Oleh karena itu,
bila kita melakukan kehendak Allah, bisa saja risikonya adalah konflik
(kita menjadi tidak disukai) serta kerugian secara materi.
Tuhan
Yesus tahu bahwa para imam kepala dan para ahli Taurat adalah sumber
masalah bagi diri-Nya. Sekalipun demikian, Tuhan Yesus tidak pernah lari
dari masalah. Walaupun Tuhan Yesus tahu bahwa tindakan orang banyak
mengelu-elukan Dia itu akan membuat hati para imam kepala dan para ahli
Taurat menjadi panas, Dia tidak melarang orang banyak itu (21:8-11).
Tindakan Tuhan Yesus yang lebih radikal adalah bahwa Dia mengusir semua
orang yang berjual beli di halaman Bait Allah serta membalikkan meja
para penukar uang serta bangku para pedagang merpati (21:12-13),
padahal usaha berjual beli di halaman Bait Allah yang dilakukan oleh
para pedagang itu merupakan sumber penghasilan tambahan bagi para imam.
Tuhan Yesus juga mengajar dengan kata-kata keras yang ditujukan terhadap
para imam kepala dan orang-orang Farisi (21:28-45).
Bagi
Tuhan Yesus, melakukan kehendak Allah dengan mengatakan dan melakukan
kebenaran jauh lebih penting daripada menyenangkan para pendengar-Nya.
Dia selalu mengatakan kebenaran walaupun kebenaran itu seringkali terasa
amat menyakitkan bagi para pendengar-Nya, khususnya bagi para pemimpin
agama yang sudah terbiasa menutupi kebusukan mereka dengan kesalehan
lahiriah.
Yohanes 4:34
Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/08/24/melakukan-kehendak-allah/
