Runtuhnya kota Yerikho merupakan kisah yang amat menakjubkan bagi orang percaya. Akan tetapi, kita perlu menyadari bahwa kota Yerikho bukan runtuh karena kehebatan bangsa Israel, melainkan karena iman bangsa Israel yang membuat mereka bersedia mengikuti perintah Tuhan yang nampak ‘aneh’, serta membuat Allah sendiri yang merobohkan tembok kota Yerikho tanpa melalui peperangan. Bayangkan apa yang diperintahkan Tuhan: Selama enam hari, semua prajurit harus mengelilingi kota Yerikho sekali saja bersama dengan tujuh imam yang berjalan di depan tabut Allah sambil membawa tujuh sangkakala. Pada hari yang ketujuh, mereka harus mengelilingi kota Yerikho tujuh kali bersama dengan para imam yang meniup sangkakala—bukan hanya membawa sangkakala seperti pada keenam hari pertama—dan seluruh bangsa Israel harus bersorak dengan suara nyaring ketika mendengar tanda berupa bunyi sangkakala yang panjang (6:2-5). Bila Anda menjadi orang Israel yang hidup pada masa itu, apakah Anda tidak malu melakukan perintah Tuhan yang nampak “aneh” itu?
Allah bukan hanya memperhatikan masalah besar—yaitu masalah keruntuhan kota Yerikho—tetapi Ia juga memperhatikan masalah yang “kecil”—yaitu nasib seorang pelacur bernama Rahab. Dalam tradisi Yahudi, wanita adalah manusia “kelas dua” (lebih rendah daripada pria). Sebagai pelacur, posisi Rahab adalah manusia yang hina dalam masyarakat. Akan tetapi, karena Rahab beriman kepada Allah Israel, walaupun ia bukan seorang Yahudi, Allah berkenan membebaskan Rahab dan seluruh kaumnya dari kebinasaan (6:22-23).
Ibrani 11:30-31
“Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya. Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/06/karena-iman-3/
“Karena iman maka runtuhlah tembok-tembok Yerikho, setelah kota itu dikelilingi tujuh hari lamanya. Karena iman maka Rahab, perempuan sundal itu, tidak turut binasa bersama-sama dengan orang-orang durhaka, karena ia telah menyambut pengintai-pengintai itu dengan baik.”
