Bacaan Alkitab Pagi 06 September 2013: Hakim-hakim 10:1-5
Tidak
banyak informasi yang dapat kita peroleh mengenai Tola dan Yair. Tidak
ada juga prestasi di bidang militer yang membuat nama mereka diingat.
Penulis
kitab Hakim-hakim tidak menyebut latar belakang Tola hingga ia menjadi
hakim Israel. Namun kisah singkat Tola menggambarkan dirinya sebagai
hakim yang memiliki kedudukan yang cukup stabil. Ia menjalankan tugas
dalam kurun waktu yang relatif lama, yaitu dua puluh tiga tahun (1-2).
Kita
juga hanya bisa mendapatkan sedikit informasi mengenai Yair, hakim yang
bertugas setelah Tola. Ada hal yang berbeda dalam kisahnya.Masa
tugasnya hanya terpaut sedikit bila dibandingkan dengan masa tugas Tola,
yaitu dua puluh dua tahun (3).
Jumlah anak laki-laki yang dimiliki Tola, yaitu tiga puluh,
memperlihatkan bahwa kemungkinan besar ia menjalankan kehidupan poligami
(bdk. Hak 8:30).
Itu juga berarti bahwa ia adalah seorang yang kaya raya. Bahkan ketiga
puluh anak laki-lakinya menguasai kota-kota di Gilead itu (3-5). Fakta bahwa anak-anaknya mengendarai keledai memperlihatkan bahwa mereka memiliki status sosial ekonomi di atas rata-rata.
Tampaknya dalam masa kedua hakim
itu berkiprah, Israel sedang berada dalam masa aman karena tidak ada
ancaman dari pihak asing yang mengganggu Israel. Namun ada hal yang
menarik. Setelah kedua hakim itu tiada, Israel kembali berkhianat
terhadap Allah dengan beribadah kepada para Baal. Jadi bukan tidak
mungkin bahwa selama masa kepemimpinan mereka, Tola dan Yair berusaha
menjaga fokus iman Israel kepada Allah dengan menjauhkan umat Israel
dari penyembahan berhala.
Bila
dibandingkan dengan nama-nama hakim besar seperti Gideon atau Debora,
Tola dan Yair bukanlah hakim terkenal. Mereka hanya mengambil sedikit
ruang dalam sejarah Israel. Namun bukan berarti mereka tidak melakukan
apa-apa. Bisa saja kita pun hanya mendapat tugas pelayanan yang
kecil-kecil saja di gereja, yang tidak membuat nama kita diingat orang
karena keberhasilan melakukan tugas besar. Namun yang penting, lakukan
tugas kita -sekecil apa pun- dengan tanggung jawab yang besar.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/06/tugas-kecil-tanggung-jawab-besar/
