Sunat adalah tanda perjanjian antara Allah dengan umat Israel. Pemberontakan orang Israel sepanjang perjalanan dari Tanah Mesir menuju ke Tanah Kanaan telah merusak perjanjian antara umat Israel dengan Allah. Melalui praktik sunat, orang Israel yang memasuki Tanah Kanaan memperbarui kembali perjanjian mereka dengan Allah. Melalui pembaruan perjanjian ini, Allah menunjukkan bahwa Dia telah menghapuskan “cela Mesir” (5:9), artinya pemulihan kondisi bangsa Israel yang terhina sebagai budak di Mesir telah mencapai puncak saat bangsa Israel memasuki Tanah Kanaan. Pembaruan perjanjian ini juga mengingatkan bangsa Israel bahwa Allah telah menepati janji-Nya dengan membawa keluar bangsa Israel dari Tanah Mesir sampai mereka bisa memasuki Tanah Kanaan. Pembaruan perjanjian ini tidak berarti bahwa perjuangan bangsa Israel telah selesai karena perjuangan untuk merebut Tanah Kanaan baru akan dimulai.
Pada zaman Perjanjian Lama, perjanjian Allah diadakan dengan umat Allah sebagai satu bangsa, yaitu bangsa Israel. Sayangnya, bangsa Israel gagal untuk setia terhadap perjanjian tersebut. Pada zaman ini, perjanjian Allah tidak lagi diadakan dengan satu bangsa, tetapi dengan setiap orang yang percaya kepada Tuhan Yesus secara pribadi. Hal ini berarti bahwa setiap orang tua Kristen—khususnya yang telah mengikutsertakan anak-anak mereka dalam ikatan perjanjian dengan Allah melalui baptisan anak—wajib membimbing anak-anak mereka agar memiliki iman secara pribadi kepada Yesus Kristus. Pada zaman Yosua, pembaruan perjanjian merupakan landasan kekuatan untuk berjuang merebut Tanah Kanaan. Pada zaman ini, baptisan akan menjadi landasan bagi orang percaya untuk mengungkapkan identitas kristiani.
Yosua 5:9
Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/05/pembaruan-perjanjian/
Dan berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir itu dari padamu.” Itulah sebabnya nama tempat itu disebut Gilgal sampai sekarang.
