Dalam pasal 7, para pengintai Israel menganggap enteng kekuatan penduduk kota Ai sehingga mereka menganjurkan agar pasukan Israel yang pergi menyerang kota Ai cukup pasukan kecil saja yang terdiri dari sekitar 2000-3000 orang saja. Akan tetapi, perkiraan mereka meleset. Pasukan Israel berhasil dikalahkan oleh pasukan Ai karena Akhan melanggar larangan TUHAN sehingga membuat seluruh bangsa Israel menjadi bersalah dalam pandangan TUHAN. Bangsa Israel dikalahkan oleh bangsa Ai karena TUHAN sedang menjatuhkan hukuman terhadap bangsa Israel.
Dalam pasal 8, sesudah Akhan dihukum dengan cara dirajam (dilempari batu) dan dibakar, bangsa Israel berhasil menaklukkan pasukan Ai. Dalam penyerbuan yang kedua ini, Yosua dan pasukannya sudah tidak berani memandang enteng pasukan Ai, sehingga mereka menyerang dengan memakai strategi dan dengan mengerahkan tentara yang jumlahnya jauh lebih banyak, yaitu tiga puluh lima ribu orang (8:3, 12). Dalam penyerbuan kedua ini, bangsa Israel berhasil merebut kota Ai. Akan tetapi, perlu diingat bahwa penduduk kota Ai berhasil dikalahkan bukan karena bangsa Israel lebih pandai berperang daripada penduduk kota Ai, tetapi karena Tuhan menyerahkan kota Ai ke dalam tangan bangsa Israel (8:18).
Dalam kehidupan kita, kita cenderung untuk membedakan masalah yang kita hadapi sebagai masalah kecil dan masalah besar. Kita merasa sanggup menghadapi masalah kecil tanpa merasa memerlukan pertolongan TUHAN. Akibatnya, kita mungkin saja gagal karena masalah kecil, bukan karena masalah besar.
Yosua 8:18
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/08/ketaatan-sumber-kemenangan/
Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yosua: “Acungkanlah lembing yang ada di tanganmu ke arah Ai, sebab Aku menyerahkan kota itu ke dalam tanganmu.” Maka Yosua mengacungkan lembing yang di tangannya ke arah kota itu.
