Bacaan Alkitab 20 September 2013: Filipi 4:1-9
Ayat Mas: Euodia
kunasihati dan Sintikhe kunasihati, supaya sehati sepikir dalam Tuhan…
Karena mereka telah berjuang dengan aku dalam pekabaran Injil… (Filipi 4:2-3)
Bacaan Alkitab Setahun: Hosea 7-14
Perselisihan
di dalam gereja bukan hal yang baru. Kadang-kadang perselisihan terjadi
karena hal-hal yang kudus, namun sering kali karena berbagai intrik
politik demi kepentingan pribadi atau kelompok. Banyak denominasi gereja
terbentuk akibat perpecahan. Banyak warga jemaat menjadi tawar hati,
kepahitan, dan kurang menghargai gereja serta para pemimpinnya. Gereja
pun kehilangan kuasa saat berbicara tentang kesatuan, kasih, dan
pengampunan, serta menjadi kesaksian yang buruk bagi orang luar.
Jemaat
Filipi adalah salah satu jemaat yang banyak dipuji dalam Alkitab.
Mereka memiliki persekutuan yang kuat dalam Berita Injil (ay. 5),
mengutus Epafroditus untuk melayani dan mencukupkan keperluan Paulus
(2:25), serta beberapa kali memberikan bantuan keuangan untuk Paulus,
termasuk ketika ia dalam penjara (ay. 16-18). Namun, jemaat Filipi juga
tak luput dari perselisihan. Dua orang perempuan terkemuka di sana,
yaitu Euodia dan Sintikhe, terlibat dalam perselisihan. Paulus mengirim
surat untuk menasihati keduanya. Paulus juga mendorong Sunsugos, rekan
pelayanannya, untuk mendamaikan mereka. Ia mengingatkan bagaimana mereka
telah berjuang bersama-sama dalam pemberitaan Injil.
Ketika
Anda terlibat perselisihan dalam gereja, janganlah biarkan kepentingan
pribadi menjadi prioritas. Utamakanlah reputasi nama Kristus. Ingatlah
juga perjuangan yang telah Anda lakukan demi nama Kristus sehingga Anda
terbuka untuk berdamai dan dapat menyatakan kasih dan pengampunan
Kristus.
GEREJA YANG TERPECAH-PECAH TIDAK AKAN MEMILIKI KUASA UNTUK BERKHOTBAH TENTANG KESATUAN, KASIH, DAN PENGAMPUNAN.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/20/saat-berselisih/
