Salah satu perkataan penting yang seharusnya mengungkapkan sikap seorang Kristen adalah, “takut akan TUHAN”. Dalam bacaan Alkitab hari ini, amat menarik untuk diperhatikan bahwa anjuran “takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia” (24:14) tidak dihubungkan dengan hukuman TUHAN, melainkan dengan penyertaan dan berkat TUHAN (24:2-13). Bila bangsa Israel berhasil menduduki Tanah Kanaan, hal itu bukan disebabkan karena kehebatan atau usaha mereka, melainkan karena penyertaan dan berkat TUHAN (24:13). Oleh karena itu, anjuran “takutlah akan TUHAN” bukanlah berarti bahwa kita harus dicekam oleh rasa ketakutan terhadap TUHAN, melainkan berarti bahwa kita harus merespons kasih TUHAN dengan cara mengasihi TUHAN dan menaati TUHAN. Pendorong untuk bersikap “takut akan TUHAN” bukanlah sikap ketakutan, melainkan sikap tidak mau menyakiti hati TUHAN. Bila kita bersikap “takut akan TUHAN”, hal itu bukan berarti bahwa kita tidak melakukan ini dan itu, melainkan berarti bahwa kita harus secara aktif melakukan apa yang berkenan kepada TUHAN. Salah satu wujud sikap “takut akan TUHAN” adalah bahwa kita harus beribadah kepada TUHAN dengan tulus ikhlas dan setia (24:14).
Sebagai pemimpin, Yosua bukan hanya menganjurkan, “takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya …,” tetapi dia sendiri memberi teladan dengan mengemukakan komitmen (tekad), “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Pada masa kini, diperlukan pemimpin umat, pemimpin bangsa, pemimpin rumah tangga, pemimpin lembaga, serta para guru—termasuk guru sekolah minggu—yang memberi teladan (bukan hanya anjuran), sehingga orang-orang yang dipimpin merespons dengan mengatakan, “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!”
Yosua 24:14a
“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/19/takutlah-akan-tuhan-2/
“Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia.”
