Bacaan Alkitab MInggu 22 September 2013: Mazmur 116:1-19
Mazmur
syukur muncul dari pergolakan iman yang dijawab Tuhan. Tanpa pergolakan
iman, sulit untuk seseorang menyadari pertolongan Tuhan. Semakin susah
perjalanan iman seseorang, semakin pula ia dapat merasakan kedahsyatan
pertolongan Tuhan.
Ungkapan
syukur pemazmur di ayat 1 dan 2 “Aku mengasihi…” dan “aku akan berseru
(menyerukan)…” merupakan respons terhadap pertolongan Tuhan. Tekad
mengasihi dan proklamasi ini muncul karena pertolongan Tuhan.
Pertolongan itu dirasakan justru pada saat mengalami derita dahyat (3).
Tidak jelas bentuk penderitaannya. Yang jelas deraan tersebut membuat
pemazmur putus asa (6, 10, 11). Namun, pertolongan Tuhan tidak
terlambat. Saat pemazmur berseru, Tuhan menjawab bahkan memulihkan (9).
Yang
membuat pemazmur berani berseru memanggil nama Tuhan (4) ialah
pengenalannya akan Tuhan dan karakter-Nya (5-7). Dari seruan yang
terjawab itulah muncul seruan serupa (13, 17)! Seruan pemazmur ialah
pernyataan tekadnya untuk membalas pertolongan Tuhan dengan proklamasi
akan kebaikan-Nya di hadapan umat Tuhan dan dengan membayar nazar (14,
18). Apa isi nazar tersebut dan bagaimana pemazmur membayarnya memang
tidak diungkapkan di sini. Namun, tekad pemazmur sudah bulat karena ia
akan melakukannya di hadapan umat dan di hadapan Tuhan (19).
Pertolongan
Tuhan seperti apa yang baru-baru ini Anda alami? Disembuhkan dari
penyakit berat? Keluar dari lilitan hutang? Rehabilitasi nama baik dari
fitnahan keji? Rekonsiliasi dalam keluarga? Dst.? Seberapa jauh hal
tersebut membangun iman Anda serta tekad Anda untuk lebih mengasihi Dia
dan memproklamasikan kebaikan-Nya kepada orang lain? Pikirkan langkah
konkret yang akan Anda lakukan hari ini, untuk menyaksikan kebaikan
Tuhan kepada teman-teman Anda, keluarga Anda, gereja Anda!
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/09/22/syukur-dan-nazarku/
