EnglishFrenchGermanSpainItalian DutchRussianPortugueseJapaneseKorean

Google Search

Custom Search

Friday, October 25, 2013

Mengais Sampah

Seorang tua sudah bersiap dengan sapu lidinya. Setiap pagi orang tua itu menyapu jalanan dengan kerelaan hatinya tanpa dibayar oleh siapa pun. Semua orang yang melihatnya hanya mampu mengacuhkan bahkan tak sedikit yang mengejeknya.

Orang tua itu selalu mengais sampah dan memilahnya. Dia mengambil barang-barang yang sekiranya masih bisa dijualnya. Orang tua itu tidak malu dengan apa yang dia kerjakan.

Pagi itu ada seorang muda yang bertanya kepadanya, “Pak, mengapa kau mengais sampah-sampah itu?”

Orang tua menjawab, “Aku sudah tua dan hanya ini yang bisa aku kerjakan. Aku tak mencuri, pekerjaan tukang sampah pun sama berharganya di hadapan Tuhan. Setidaknya aku masih bisa memberikan perpuluhan kepada Tuhan.”

Hati pemuda itu menjadi kecut mengingat ia tak pernah memberikan perpuluhan kepada Tuhan meskipun ia memiliki jabatan yang bagus di tempatnya bekerja.

Apakah kita sudah rajin memberikan perpuluhan? Apakah kita masih perhitungan kepada Tuhan dan mengambil apa yang sudah menjadi hak Tuhan? Tuhan sudah memberikan yang terbaik kepada kita bahkan jauh melebihi apa yang kita minta.

Jangan perhitungan dan pelit kepada Tuhan, karena Tuhan tidak pernah perhitungan kepada kita. Tuhan itu murah hati sehingga Ia masih memelihara hidup kita sampai detik ini.

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Maleakhi 3:10

TUHAN YESUS MEMBERKATI sumber: http://www.renunganhariankristen.net/mengais-sampah/

Masukkan Code ini K1-EY8895-E
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com