Semalam ada seorang sahabat yang bercerita tentang apa yang yang sedang dia rasakan. Sebut saja namanya Boby (bukan nama sebenarnya), dia mengalami ketakutan yang luar biasa. Dia takut menghadapi hari esok.
Boby selalu memikirkan dan mnegkuatirkan apa yang akan terjadi hari esok. Banyak pikiran-pikiran buruk yang menghantui. Dia takut mengalami kegagalan di esok hari, dia takut bahwa rekan-rekan kerjanya tidak akan bisa menerimanya. Dia juga ragu akan kemampuan yang dia miliki, dia takut menghadapi hal baru karena bayang-bayang kegagalan masa silam.
Tidak perlu takut menghadapi hari esok dan jangan pernah meramalkan apa yang akan terjadi esok hari. Hari esok berada di tangan Tuhan dan tidak ada seorang pun yang mengetahuinya.
Rasa takut/kuatir yang terus-menerus dipelihara akan merugikan diri sendiri. Rasa takut membuat kita tidak bisa maju dan berkembang. Takut menghadapi hal baru akan membuat potensi kita semakin kerdil. Jangan takut gagal, jangan takut teguran. Jadilah pendengar yang baik dan mulailah untuk mengoreksi diri jika kita mendapatkan sebuah teguran.
Jangan pernah menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita. Tetaplah rendah hati jika ada orang-orang yang menyudutkan kita. Orang lain bisa menjatuhkan kita, namun tangan Tuhan yang akan mengangkat kita lebih tinggi.
Berdoalah kepada Tuhan atas semua ketakutan yang kita rasakan. Dan percayalah, bahwa saat kita berdoa dan berserah, maka Tuhan sudah membebaskan kita dari belenggu-belenggu ketakutan. Saat kita mengangkat tangan, maka Tuhan akan turun tangan untuk membela dan memberkati kita.
Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati.
Ulangan 31:8
sumber: http://www.renunganhariankristen.net/menghadapi-rasa-takut/
