Bacaan Alkitab Sore 20 Oktober 2013: Mazmur 119:1-16
Mazmur 119
unik. Pertama, merupakan mazmur terpanjang. Kedua, mazmur ini dalam
bahasa aslinya (Ibrani) ialah puisi akrostik. 176 ayatnya disusun
menjadi 22 bait. Setiap bait terdiri dari 8 baris (ayat). Bait pertama
setiap barisnya dimulai dengan abjad pertama huruf Ibrani. Demikian
seterusnya sampai bait yang ke-22, dimulai dengan abjad terakhir.Dengan
penyair manakah kita bisa bandingkan pemazmur yang begitu terinspirasi
untuk menuliskan puisi yang demikian indah namun mampu berfokus pada
satu tema utama, yaitu Taurat?
Taurat
di sini bukan semata-mata hukum legal bangsa Israel. Berangkat dari
kata kerja yang berarti “mengajar”, Taurat merupakan penyataan Allah
kepada Israel untuk membentuk mereka sebagai umat yang taat penuh
kepada-Nya. Mazmur 119 merayakan Taurat sebagai petunjuk hidup yang membawa umat pada kebahagiaan (1-2)
karena pusat hidup mereka ialah Allah. Ketaatan kepada Taurat berarti
mengakui dan memberlakukan kedaulatan Allah dalam hidup mereka.
Hasilnya, kebahagiaan dan keberhasilan (bnd. Mzm. 1:1-3).
Keunikan lain Mazmur 119 ialah, pengunaan kata-kata sinonim bagi Taurat, seperti peringatan (2), jalan (3), titah (4), ketetapan (5, 8), perintah (6), hukum (7), dst. Dengan sinomim tersebut, segenap kepenuhan nuansa Taurat diungkapkan.
Taurat ditujukan buat muda-mudi (9-11)
agar mereka tidak menyimpang dari jalan Tuhan. Sehingga mereka bisa
menikmati hidup yang berkenan kepada-Nya dan yang memberkati sesama.
Pemazmur mengungkapkan kecintaannya kepada Taurat dan syukurnya kepada
Sumber Taurat (12-16).
Mari kita membaca Mazmur 119
ini seraya merayakan kebaikan Tuhan kepada umat-Nya. Dengan
petunjuk-Nya (Taurat), kita bisa menjalani hidup yang menyenangkan Dia
serta memberkati sesama kita. Niscaya, kebahagiaan dan keberhasilan
menyertai kita.
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/20/merayakan-taurat/
