Bacaan Alkitab Pagi 03 Oktober 2013: Hakim-hakim 20
Perang
saudara dalam bacaan Alkitab hari ini harus dibedakan dengan Perang
Penaklukan Tanah Kanaan. Perang Penaklukan Tanah Kanaan dikehendaki
(direstui) oleh Allah, sedangkan perang antar sesama orang Israel tidak
bisa dikatakan sebagai dikehendaki (direstui) oleh Allah. Perang untuk
membinasakan penduduk Tanah Kanaan direstui oleh Allah karena penduduk
Tanah Kanaan itu amat jahat(bandingkan dengan Kejadian 15:16)
dan karena Allah hendak menyediakan tempat yang subur bagi umat
pilihan-Nya. Kejahatan penduduk Kanaan yang sudah mencapai puncak itu
ditandai oleh dua hal, yaitu pengorbanan anak (sebagai korban bakaran)
dan praktik homoseksualitas.
Perang
saudara antar suku-suku Israel itu tidak dikehendaki oleh Allah karena
pemicunya adalah provokasi yang dilakukan oleh si orang Lewi. Si orang
Lewi itu dengan sengaja mengorbankan gundiknya untuk melindungi diri
sendiri—tindakan ini menunjukkan kepengecutan seorang pria—kemudian ia
memotong-motong tubuh gundiknya menjadi 12 potong dan mengirimkan
potongan-potongan itu kepada semua suku Israel untuk mengobarkan emosi
massa (19:29). Ia mengatakan bahwa ia hendak dibunuh (20:5), padahal sebenarnya dia hendak diperkosa (19:22, lihat renungan kemarin). Dia juga menutupi andilnya dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap gundiknya (19:25).
Walaupun bangsa Israel “bertanya” kepada TUHAN sebelum menyerang suku
Benyamin, pertanyaan mereka bukanlah apakah mereka boleh bertempur,
tetapi siapa yang akan lebih dulu maju berperang (20:18).
Hal ini menunjukkan bahwa keputusan untuk melakukan perang saudara itu
sudah diambil sebelum bangsa Israel bertanya kepada TUHAN. Perang
saudara itu menimbulkan kerugian besar bagi semua pihak (20:21,25,31,35).
Amsal 16:28
“Orang yang curang menimbulkan pertengkaran, dan seorang pemfitnah menceraikan sahabat yang karib.”
sumber: http://saatteduh.wordpress.com/2013/10/03/perang-saudara/
