Sewaktu kecil saya sering ikut ayah pergi ke kebun. Kebun kami memang jarang dikunjungi karena ayah begitu sibuk. Saat kami memasuki kebun itu, ayah berada di depanku membang sebuah alat pemotong. Ayah membersihkan dan menyingkirkan ilalang serta batu-batu yang menghalangi jalan.
Ayah selalu berjalan di depan dan aku disuruh mengikutinya dan tidak dijinkan untuk mencari jalan lain. Ayah juga bertemu dengan seekor ular, namun dengan sigapnya ayah menghalau ular tersebut. ayah begitu menyayangi, dari aku kecil sampai aku sudah dewasa.
Begitu juga dengan Tuhan Yesus. Yesus selalu berjalan di depan kita dan memberikan jalan terbaik untuk kita lalui. Tuhan memotong setiap “ilalang atau batu-batu” yang menghalangin “jalan” dan Tuhan tidak mengijinkan kita untuk keluar dari jalan yang sudah Ia tetapkan.
Tuhan begitu menyayangi kita sehingga Dia terlebih dahulu yang menghadapi marabahaya. Tuhan tidak ingin kita terluka oleh hal-hal yang bersifat duniawi yang akan berujung dosa. Tuhan ingin kita tetap ikut dalam jalan-Nya.
Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Yohanes 14:6
sumber: http://www.renunganhariankristen.net/langkah-yesus/
