Bacaan Alkitab 07 November 2013: 1 Raja-Raja 3:1-15
"Dan
Salomo menunjukkan kasihnya kepada TUHAN dengan hidup menurut
ketetapan-ketetapan Daud, ayahnya; hanya, ia masih mempersembahkan
korban sembelihan dan ukupan di bukit-bukit pengorbanan." 1 Raja-Raja 3:3
Jika mempelajari hidup Salomo, secara garis besar kita dapat mengklasifikasikan dalam tiga tahap yaitu tahap awal ketika ia memiliki rasa takut akan Tuhan, tahap kedua yaitu masa keemasan atau kejayaannya dan kemudian tahap akhir saat ia mengalami kemerosotan rohani.
Di tahap awal ketika menjabat
sebagai pemimpin tertinggi Israel menggantikan ayahnya (Daud), Salomo
memiliki hati yang takut akan Tuhan. Ia menunjukkan motivasi pelayanan
yang baik. Ketaatan dan kasihnya kepada Tuhan begitu menyala-nyala
sehingga ia berusaha melakukan apa pun untuk memuliakan Tuhan. Salomo
selalu teringat akan nasihat terakhir ayahnya sebelum meninggal: "Lakukanlah
kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut
jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan,
perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam
hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan
dalam segala yang kautuju, dan supaya TUHAN menepati janji yang
diucapkan-Nya tentang aku, yakni: Jika anak-anakmu laki-laki tetap hidup
di hadapan-Ku dengan setia, dengan segenap hati dan dengan segenap
jiwa, maka keturunanmu takkan terputus dari takhta kerajaan Israel." (1 Raja-Raja 2:3-4). Hal ini terlihat ketika Tuhan bertanya kepadanya, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu." (1 Raja-Raja 3:5).
Jika seseorang ditawari suatu pemberian oleh orang lain, terlebih-lebih
yang menawari orang kaya atau memiliki kedudukan lebih tinggi, pada
umumnya orang akan menggunakan jurus 'aji mumpung'; gayung pun
bersambut, ia pasti akan menyodorkan daftar permintaan sesuai dengan
keinginan hatinya. Mungkin ia akan meminta uang dalam jumlah tertentu,
rumah, mobil atau fasilitas-fasilitas lainnya.
Salomo
berbeda. Ia tidak dengan serta-merta menggunakan kesempatan ini dengan
meminta perkara-perkara yang memuaskan kedagingannya, padahal yang
menawari itu adalah Tuhan, Si empunya langit dan bumi dan segala
isinya. Ia tidak meminta harta kekayaan, kekuasaan, kemenangan dan
sebagainya. (Bersambung)
sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2013/11/berkat-berkat-salomo-1.html
