Bacaan Alkitab Pagi 15 Maret 2014: Ibrani 4:14-16; 5:1-10
"Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." (Ibrani 5:6)
Tuhan mendisain manusia dengan kehendak bebas (free will)
agar manusia dapat belajar memahami akibat dari pilihan-pilihan hidup
yang diambil. Tuhan sangat meninginkan manusia ciptaanNya membuat
keputusan yang benar dalam hidupnya yaitu mengasihi Tuhan dengan sungguh
dan menaati perintah-perintahNya, dan Tuhan tidak akan pernah berdiam
diri melihat orang-orang yang hidup dalam ketaatan: Ia selalu
menyediakan upah.
Hidup
dalam ketaatan inilah kehendak Tuhan bagi manusia, sedangkan ketaatan
itu sendiri untuk kebaikan dan mendatangkan manfaat bagi manusia. Yesus
berkata, "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku." (Yohanes 14:15). Ia sendiri telah meninggalkan teladan ketaatan kepada kita. "Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya," (Ibrani 5:8).
Ketaatan yang ditunjukkan Yesus adalah ketaatan untuk mengalami
penderitaan. Bagi kita, untuk taat saja terasa sulit apalagi taat yang
menimbulkan penderitaan.
Tuhan Yesus harus mengalami penderitaan selama Ia hidup di dunia. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8). Ketaatan Yesus dalam menghadapi penderitaan membawaNya kepada kesempurnaan. "dan
sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang
abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi
Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek." (Ibrani 5:9-10).
KetaatanNya dalam menyelesaikan dan menggenapi misiNya menjadikan Yesus
sebagai pokok keselamatan kekal bagi semua orang yang percaya
kepadaNya. "Itulah sebabnya
Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas
segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di
langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala
lidah mengaku: 'Yesus Kristus adalah Tuhan,' bagi kemuliaan Allah, Bapa!" (Filipi 2:9-11).
Saat kita hidup dalam ketaatan itulah Tuhan berkata, "Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu." (Yohanes 15:14). Ketaatan menjadikan kita sebagai sahabat Tuhan.
Ketaatan menghasilkan promosi dari Tuhan!
sumber: airhidupblog.blogspot.com/2014/03/ketaatan-kesempatan-beroleh-peninggian.html
